Breaking News:

Berita Lumajang

Distribusi Bantuan Makanan Lamban,Pemkab Lumajang Tambah Dapur Umum Dekat Lokasi Terdampak

Penaganan pasca Lumajang diterjang gempa bumi menemui sejumlah kendala. Sering terlambatnya pendistribusian makanan hingga kurangnya petugas

tony hermawan/Tribunjatim
Petugas Tagana saat memproduksi makanan bagi korban bencana gempa di Balai Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang 

Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Penaganan pasca Kabupaten Lumajang diterjang gempa bumi menemui sejumlah kendala.

Sering terlambatnya pendistribusian makanan hingga kurangnya petugas yang membantu banyak dikeluhkan oleh warga yang tinggal di lokasi pelosok atau perbukitan.

Seperti yang disampaikan oleh Nurasih, warga Desa Halimo, mengaku belum mendapat pasokan pangan yang memadai, serta tak ada yang membantu perbaikan rumah.

Padahal, pasca diguncang gempa, rumahnya sudah rusak berat. Sehingga dia butuh butuh bantuan petugas untuk merobohkan tempat tinggalnya, untuk meminimalisir bahaya.

"Sempat ada yang datang bantu-bantu tapi sebentar, selebihnya ya melakukan evakuasi mandiri," kata Nurasih kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Banyak Data Rumah Rusak Keliru, Pemkab Lumajang Segera Verifikasi Lapangan

Baca juga: Ketua DPD RI Desak Pemerintah Siapkan Skema Baru Subsidi Listrik untuk Kurangi Beban Masyarakat

Baca juga: Gus Baha : Hukumnya Shalat Tarawih itu Sunah, Sedang Mencari Nafkah Itu Wajib

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengakui ada sejumlah kendala dalam penanganan pasca bencana gempa. Kurangnya jumlah personel yang terlibat dan luasnya cakupan wilayan yang terdampak membuat penanganan masih kurang maksimal.

"Kalau ada komplain ada warga yang belum disambangi ada yang belum dapat bantuan memang iya," kata Thoriq.

Lebih lanjut, Thoriq menjelaskan, ada sejumlah warga yang belum mendapat bantun selain permakanan sebab pihaknya masih fokus melakukan pemetaan kebutuhan setiap kawasan yang terdampak.

Di Kecamatan Tempursari misalnya. Dari hasil analisisnya, lokasi dapur umum dan lokasi terdampak masih berjarak 5 kilometer. Sehingga banyak warga yang mengeluh bantuan makanan sering datang terlambat.

Bahkan, kadang-kadang para petugas mengeluh jarak yang jauh sering kali membuang waktu hanya untuk melakukan pendistribusian makanan.

"Nah selanjutnya kami akan mendirikan dapur umum lagi di sana. Yang jaraknya dekat lokasi terdampak. Kami suplai alat masaknya dan bahan mentah/sembakonya," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Selanjutnya setelah dapur umum tambahan di lokasi terdampak parah berdiri, pihaknya akan melibatkan masyarakat untuk menangani dampak bencana.

"Nanti ibu-ibunya memasak di dapur umum, bapak-bapaknya membantu TNI-Polri melakukan pembersihan sisa-sisa gempa," pungkasnya.

Bertita tentang Gempa di Lumajang

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved