Breaking News:

Ngaji Gus Baha

Gus Baha : Hukumnya Shalat Tarawih itu Sunah, Sedang Mencari Nafkah Itu Wajib

Gayanya yang sederhana membuat Gus Baha dikagumi banyak orang dari berbagai kalangan. Gus Baha dalam setiap pengajian kitab selalu menyejukkan hati

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Youtube
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha merupakan penjaga khazanah intelektual Islam, yang jadi aset Nahdlatul Ulama masa depan yang disebut juga sebagai manusia Al Quran . 

“Hindarilah omongan seperti misalnya saat bulan Ramadan, rugi, Ramadan hanya setahun sekali kok gak shalat tarawih di masjid berjama’ah. Itu namanya tak menghargai perasaan orang. Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati. Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja," papar Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha Ingatkan Warga NU Jangan Anti Hisab, Muhammadiyah Jangan Anti Rukyah

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Gus Baha Tolak Bantuan Uang Miliaran hingga Mobil Nyemplung di Jurang

Baca juga: Ahli Bedah Syok Bongkar Isi Perut Buaya Tua, Terjawab Kejanggalan di Kampung 25 Tahun Lalu: Mustahil

Menurut Gus Baha, Hukumnya shalat Tarawih itu sunah. Sementara mencari nafkah itu wajib.

"Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang utama. Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi itu sangat mencintai sholat tarawih, tapi beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib," tegas putra dari KH Nur Salim ini.

Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat.

“Kanjeng Nabi itu sangat suka sholat. Suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis. Kanjeng Nabi memutuskan untuk mempercepat sholatnya. Khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya," ujar Santri Kinasih KH Maimoen Zubair ini

Gus Baha mengisahkan, bahwa ia pernah didatangi seorang kiai yang mengeluh karena jama’ahnya tak bertambah.

“Loh Jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat,” celetuk Gus Baha.

“loh Kok bisa, Gus..?” kata Kiai tersebut.

“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya. Mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu. Dia mungkin sedang makan Bakso dengan keluarganya. Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal. Nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari Nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya,” jelas Gus Baha.

Mendapat jawaban tersebut sang kiai hanya bisa diam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved