Breaking News:

Berita Politik

Millenial Kurang Minati Partai Demokrat, Pengamat Sebut Emil Harus Tampil "Pakai Jaket Partai"

Surabaya Survey Centre (SSC) merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa Partai Demokrat masih kurang diminati oleh kalangan milenial di Jawa Timur.

TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat memberikan keterangan pers di Bakorwil Malang, Sabtu (10/4/2021). 

Reporter: Aqwamit Torik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUUNJATIM.COM, SURABAYA - Surabaya Survey Centre (SSC) merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa Partai Demokrat masih kurang diminati oleh kalangan milenial di Jawa Timur.

Hasil ini diketahui dari survei yang dilakukan dari 5 hingga 25 Maret 2021 yang melibatkan 1.070 responden di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Ternyata, dari top of mind pilihan milenial, Partai Demokrat hanya menduduki peringkat keempat dengan 4,2 persen. Sedangkan posisi puncak diduduki PDI Perjuangan (22,9 persen), PKB (9,5 persen), dan Gerindra (5,8 persen).

Bahkan secara elektabilitas partai, dukungan kaum millenial kepada Demokrat juga rendah, berada di peringkat empat dengan angka 6,9 persen. Masih di bawah PDIP (26,7 persen), PKB (16,3 persen), dan Gerindra (9,5 persen).

Melihat hal ini, pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Hari Fitrianto mengungkapkan jika ada faktor sosok Emil Elestianto Dardak yang kurang tersosialisasi dari segi partai.

Sebab, saat ini wakil Gubernur Jawa Timur itu kini menjabat sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur.

"Dengan kata lain, Mas Emil ini jarang banget menggunakan jaket Demokratnya ketika dia berada di ruang-ruang publik," jelas Hari Fitrianto, Rabu (14/4/2021).

Menurut Hari, Emil saat ini masih memilih menjaga posisi sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur daripada tampil sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim.

Hari menilai, penting bagi Emil Dardak untuk tampil dengan baju partai, terlebih, saat ini terjadi kebuntuan komunikasi di kalangan milenial dengan partai Demokrat.

“Di Partai Demokrat, masih berlaku mengelola parpol sebatas organisasi tanpa melakukan overlapping interaksi dengan kalangan milenial,” ungkap Hari.

Melihat kondisi ini, Hari berpendapat seharusnya Partai Demokrat Jatim sudah harus menunjukkan bahwa Partai Demokrat adalah partai yang dipimpin oleh kalangan milenial.

Penggunaan media sosial sebagai akses penghubung juga harus benar-benar dimanfaatkan oleh Partai Demokrat untuk merangkul kaum muda.

“Terpenting, Mas Emil sebagai ketua partai saat ini yang merupakan generasi milenial, harus berani menunjukkan dirinya sebagai nahkoda Partai Demokrat,” pungkas Hari.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved