Breaking News:

Modal Website Palsu, 2 Pemuda ini Mudah Curi 60 Juta Dolar Bantuan Covid-19 dari Pemerintah Amerika

hanya bermodal website palsu, 2 pemuda ini mudah lakukan kejahatan lintas negara, mencuri uang 60 juta USD bantuan Covid-19 Pemerintah Amerika Serikat

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Samsul Arifin
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama dua perwakilan dari FBI saat membeber kasus kejahatan lintas negara di Mapolda Jatim, Jumat (15/4/2021). 

Reporter : Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dengan hanya bermodal website palsu, dua pemuda ini dengan mudah melakukan kejahatan lintas negara, yakni mencuri uang sebesar 60 juta USD dari Pemerintah Amerika Serikat.

Menariknya, uang yang dicuri tersebut merupakan uang bantuan Covid-19 untuk warga negari Paman Sam dari Pemerintah Amerika.

Akibat perbuatannya, dua pemuda menjadi tersangka kejahatan lintas negara.

Si pelaku adalah Shofiansyah Fahrur Rozi dan Michael Zeboth Melki Sedek Boas Purnomo.

Hal ini terungkap setelah kedua pelaku kejahatan lintas negara tersebut ditangkap oleh aparat Polda Jatim dan yang bekerjasama dengan FBI, agen Pemerintah Amerika Serikat .

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan modus kedua pelaku menyebarkan scampage atau website palsu menyerupai website resmi untuk mengambil data pribadi. 

Baca juga: Tekad Syahrini Puaskan Reino, Hubungan Suami Istri Disorot Incess, Nyata Tubuh Berubah & Ingin Bayi

Baca juga: Terjawab Kasus Mayat Busuk di Kuburan Cina, Tewas Bercinta Sejenis: Jijik, Pelaku Tak Habis Pikir

Baca juga: Padahal Mau Nikah, Lesty Nangis Bahas Ragu Jadi Istri Billar, Cinta Sepihak? Dede Takut Masa Lalu

Baca juga: Ashanty Bongkar Kepalsuan Anang, Diam-diam Pilu Aurel Dinikahi Atta, Bolak Balik WC: Gak Pernah Gitu

Untuk mendapatkan banyak korban, kedua pelaku membuat sebanyak 14 website palsu.

Warga Amerika akan mendapatkan SMS berisi tautan. Setelah diklik mereka yang tertipu kemudian mengisi identitasnya. 

"Setelah diterima orang-orang ada yang tertipu dan ada yang tidak. Yang tertipu membuka link website dan mengisi data-datanya," paparnya. 

Data tersebut kemudian digunakan pelaku untuk mendapatkan dana bantuan Covid-19 dari pemerintah Amerika Serikat. Setiap orang akan mendapatkan 2000 USD. 

"Setiap bulannya pelaku mendapatkan 30 ribu USD," kata Irjen Pol Nico Afinta.

Nico menyebutkan untuk bisa mengungkap kasus ini, Polda Jatim bekerja sama dengan FBI melalui Hubinter Mabes Polri.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari laptop, ponsel hingga beberapa kartu ATM milik pelaku. 

"Sebanyak 30 ribu warga AS tertipu, kerugian pemerintah mencapai 60 juta USD," tandas Irjen Pol Nico Afinta.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved