Breaking News:

Pemerintah Larang Mudik, Pengusaha Kuliner di Trenggalek Pesimistis Omzet Bisa Naik

Para pengusaha rumah makan dan restoran di Kabupaten Trenggalek pesimistis omzet mereka bisa naik saat momen Lebaran tahun ini.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/afla
Salah satu rumah makan di Kabupaten Trenggalek saat pandemi Covid-19. 

Reporter: Aflahul Abidin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Para pengusaha rumah makan dan restoran di Kabupaten Trenggalek pesimistis omzet mereka bisa naik saat momen Lebaran tahun ini.

Hal itu dampak larangan mudik Lebaran pada 6-17 April, seperti yang disampaikan oleh pemerintah pusat.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Trenggalek, Ayub Nualak mengatakan, besar kemungkinan para pengusaha rumah makan dan restoran kali ini mengalami kondisi yang sama dengan Lebaran tahun lalu.

Sama seperti tahun ini, pemerintah juga melarang mudik Lebaran pada saat itu. Bahkan, kini pemerintah menyatakan pelarangan mudik akan lebih ketat.

“Tahun lalu saat Lebaran omzet kami para pengusaha rumah makan dan restoran di Trenggalek hanya antara 15-20 persen, dibanding Lebaran-Lebaran sebelumnya,” kata Ayub, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Awas! Nekat Mudik ke Surabaya Bakal Diminta Putar Balik oleh Petugas, Ada 13 Titik Penyekatan

Padahal, menurut dia, momen Lebaran selama ini menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh para pengusaha rumah makan dan restoran. Terutama bagi yang menjual makanan atau jajanan khas daerah.

“Karena untuk di daerah seperti kami di Trenggalek, orang mudik itu menjadi target market yang kami utamakan. Karena di daerah, banyak orang pulang kampung mencari kuliner untuk oleh-oleh dan mengenang masa lalunya,” sambung dia.

Baca juga: Kades di Tulungagung Digerebek Warga, Datang ke Rumah Perangkat Perempuan yang Ditinggal Kerja Suami

Maka tak heran, omzet pengusaha kuliner di Kabupaten Trenggalek bisa melonjak hingga tiga kali lipat saat Lebaran sebelum adanya pandemi.

“Biasanya puncak orang datang berkuliner saat mudik itu H+1 sampai H+5,” kata Ayub.

Baca juga: Kronologi 7 Kios di Babat Lamongan Ludes Terbakar, Pengunjung Panik Berhamburan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved