Breaking News:

Berita Nganjuk

Wujudkan Kedaulatan Pangan, Bupati Nganjuk Minta Dinas Pertanian Bersinergi dengan Kelompok Tani

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat meminta Dinas Pertanian untuk bersinergi dengan kelompok tani.

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat memaparkan program kedaulatan pangan di hadapan KTNA dan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Rabu (14/4/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Untuk menjadikan Kabupaten Nganjuk sebagai wilayah berkedaulatan pangan, Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat menjalin komunikasi intensif dengan kelompok tani.

Hal itu dilakukan untuk memberikan pemikiran dan pemahaman lebih maju kepada petani dalam menjalankan budi daya tanaman pangan.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Nganjuk, selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pertanian, juga harus ada kerja sama semua pihak terkait. Mulai dari kelompok tani dan Dinas Pertanian, serta didukung industri pertanian.

"Tentunya dengan adanya sinergitas antara semua pihak di bidang pertanian maka kedaulatan pangan di Kabupaten Nganjuk ke depanya bisa dipertahankan dan ditumbuhkembangkan," kata Novi Rahman Hidhayat dalam pertemuan dengan KTNA Kabupaten Nganjuk, Rabu (14/4/2021).

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, hingga saat ini, kondisi pertanian di Kabupaten Nganjuk cukup baik.

Baca juga: Pertahankan Kedaulatan Pangan, Bupati Nganjuk Awali Tanam Perdana Padi MSP dan Tolak Impor Beras

Baca juga: Dua Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Tulungagung dan Nganjuk, Ada Indikasi Jaringan JAD

Hasil panen raya padi yang cukup besar hingga diperkirakan mencapai 400 ribu ton gabah menjadikan Kabupaten Nganjuk sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Dikatakan Novi Rahman Hidhayat, pihaknya berkonsentrasi penuh dalam penanganan sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk. Mulai dari ketersediaan modal, benih, teknik pengolahan lahan, pupuk, peralatan pertanian, hingga penanganan pasca panen. Ini dikarenakan bertani masih menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Kabupaten Nganjuk.

"Untuk itu, setiap ada persoalan di sektor pertanian maka pemda berupaya untuk hadir dan mencarikan solusi terbaik, kami tidak ingin petani rugi," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto, kedaulatan pangan kini menjadi program yang ingin diwujudkan di Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Perum Jasa Tirta Izinkan Pemanfaatan Bantaran Parit Agung Tulungagung: Yang Penting Prosedural

Baca juga: Bupati Nganjuk Perjuangkan Nilai Ganti Tanah Warga yang Sesuai untuk Proyek Bendungan Semantok

Dengan hasil panen padi yang cukup besar setiap tahunnya bisa menjadi modal menuju kedaulatan pangan dan tidak perlu mengimpor beras.

"Makanya, dengan hasil panen padi yang melimpah maka Kabupaten Nganjuk dengan tegas menolak impor beras. Dan itu menjadi konsekuensi kebijakan yang diambil Bapak Bupati Nganjuk yang menolak impor beras tersebut," tutur Judi Ernanto.

Berita tentang Kabupaten Nganjuk

Berita tentang Novi Rahman Hidhayat

Berita tentang Jawa Timur

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved