Breaking News:

Berita Jatim

Patuhi Aturan Pemerintah, Bandara Juanda Tidak Angkut Penumpang Mudik Hari Raya

Sebagaimana yang diketahui bersama, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Para penumpang di Bandara Juanda nampak tengah mengantri untuk melakukan tes covid dengan GeNose C19 di Terminal 1. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagaimana yang diketahui bersama, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021.

SE itu sendiri berisi tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang oleh Kementerian Perhubungan telah ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, kepada TribunJatim.com, General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Kicky Salvachdie menjelaskan bahwa pada prinsipnya pihaknya selaku pengelola bandara mendukung kebijakan pemerintah.

Baca juga: BREAKING NEWS, 16 ABK Nelayan yang Kapalnya Terbakar di Bangka Belitung Tiba di Tuban

"Tentu kami patuh dengan aturan Pemerintah, terlebih aturan larangan mudik bertujuan sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19," ujar Kicky, Jumat di T1 (16/4/21).

Kendati demikian, lanjut Kicky, pihaknya masih akan menjalankan operasional penerbangan yang dikecualikan pada SE Nomor 13 Tahun 2021.

“Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan, memang pelarangan berlaku bagi angkutan niaga dan bukan niaga. Namun, masih dimungkinkan ada penerbangan yang dikecualikan, sehingga secara operasional kami tetap akan melayani penerbangan yang termasuk dikecualikan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan tersebut," jelasnya.

Untuk penerbangan yang dikecualikan, kata Kicky, misalnya meliputi penerbangan pimpinan lembaga tinggi dan tamu kenegaraan, penerbangan khusus repatriasi, penerbangan yang berhubungan dengan operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.

"Selain itu ada juga penerbangan angkutan kargo, serta operasional angkutan udara perintis operasional lainnya dengan seizin dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub," pungkasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved