Breaking News:

Kuasa Hukum PT NSK Minta Keringanan Serta Kebijaksanaan Kejaksaan dan Pengadilan

Kuasa hukum dari PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), Tanu Hariyadi meminta dengan hormat Pengadilan Negeri Surabaya untuk memberikan keputusan yang bija

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), dari Ki-Ka : Erick Kurniawan SH, Tanu Hariyadi SH. MH, dan Erick Kurniawan SH saat ditemui di Surabaya 

Selain itu kata Tanu Hariyadi, perbuatan Suwandi adalah bukan penipuan soal cek tapi BG (bilyet giro), pasti sudah tahu perbedaan antara cek dan giro.

"Kami tentunya menghormati terhadap Tingkat kepolisinn Kejaksaan serta Pengadilan Surabaya sampai proses P-21. akan tetapi mohon kebijakan dan kebijaksanaan kepada yang mulia, agar kami mencari kebanaran. Sebab kebenaran adalah nilai hakiki dan tidak melihat satu sisi saja. Tolonglah kami ini kuasa hukum diberikan satu sudut pandang yang lainnya. Ada hal lainnya yang perlu dipertimbangkan.Bukan setiap kasus BG dinyatakan bersalah, bukan setiap BG dinyatakan itu penipuan. Tolong ini masalah ini dilihat dari awal hingga akhir, perbuatan ini. karena ini menyangkut nama baik dan pekerjaan dan nafkah hidup mereka sendiri. Saya kembalikan kepada yang mulia Pak Hakim untuk memberikan kebijaksanaannya. Untuk mempetimbangkan seadil-adilnya dan secara kemanusiaan dan dari sudut kemanusiaanya lainnya," harap Tanu lirih.

Kita ketahui dalam persidangan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dalam dakwaan menjelaskan, Beny dan Suwandi saat itu mengajukan nota pemesanan sarung merek Wadimor kepada PT Sukorejo Indah Textile (SIT) di akhir tahun 2019 sampai Juni 2020 sebanyak 24.237,83 kodi dengan harga Rp 22.122.947.400.

Bos PT SIT Mohammad Jamil menghubungi terdakwa mengenai permasalahan tersebut. Dia minta pertanggungjawaban BG yang tidak bisa dicairkan. Terdakwa berjanji mengganti BG yang tidak bisa cair dengan BG bank lain.

Dua lembar BG yang tidak bisa cair masing-masing senilai Rp 5 miliar dan Rp 5,4 miliar diganti dengan tiga BG bank lain. Masing-masing dua BG senilai Rp 3,5 miliar dan satu lagi Rp 3,4 miliar.

Sementara itu, tiga BG lain yang juga tidak bisa dicairkan senilai total Rp 13 miliar diganti dengan tujuh lembar BG bank lain. Masing-masing Rp 1 miliar, Rp 330 juta, Rp 450 juta, Rp 3,59 miliar, Rp 2,85 miliar, Rp 3 miliar, dan Rp 718,1 juta. Jamil lantas mengkliring 10 lembar BG pengganti tersebut.

”Tetapi, mendapatkan surat keterangan penolakan dari pihak bank dengan keterangan bahwa dan atau saldo tidak cukup,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, Suwandi Wibowo, Irwan Suwandi dan Beny Prayogi Nyotoraharjo dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Berita tentang Pengadilan Negeri Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved