Breaking News:

Harga Komoditas Metal Naik, OPMS Agresif Beli Kapal Bekas

PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk atau OPMS mentargetkan kinerja tahun 2021 meningkat lebih tinggi dibanding tahun 2020.

sri handi lestari/surya
Kapal bekas yang dibeli PT OPMS. 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk atau OPMS mentargetkan kinerja tahun 2021 meningkat lebih tinggi dibanding tahun 2020.

Apalagi di tahun lalu, akibat pandemi Covid-19, kinerja perseroan sempat mengalami penurunan dibanding tahun 2019.

"Tahun ini kami akan genjot produksi dengan mentargetkan beli kapal bekas 10 unit," kata Meilyna Widjaja, Direktur Utama (Dirut) OPMS saat paparan kinerja di Surabaya, Jumat (16/4/2021) malam.

Apalagi menurut Meilyna, kondisi ekonomi makro, tahun 2021 ini harga berbagai komoditas metal mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibanding dengan berapa tahun lalu.

"Tahun-tahun lalu yang hanya di kisaran Rp 4.000 perkilogram (kg), bahkan bisa disebut sejak dua dekade terakhir harga komoditas metal mencapai puncak yang tertinggi, terutama scrap/besi bekas sekarang telah mencapai dikisaran Rp 6.000 per kg," ungkap Meilyna Widjaja.

Baca juga: Satpol PP Segel Kafe Mojopahit Kopi di Kota Mojokerto yang Bandel Melanggar Aturan 

Baca juga: Bawa Pulang Sak Dandange Soto Ayam Cak Arto, Bisa Jadi Menu Buka Puasa Sekaligus Hampers Unik

Baca juga: Pakai Sound System Hajatan Buat Bangunkan Sahur, Kelompok Ronda di Tulungagung Diamankan Polisi

Kemudian diperkuat lagi dengan kenaikan harga minyak WTI yang pada tanggal 15/04/2020 sebesar 35,47 dolar AS/barel dan sekarang harga minyak WTI sebesar US 62,98 dolar AS/barel.

"Saat ini kami sudah deal enam kapal dan dalam perjalanan untuk kami bongkar di Kamal, Madura. Satu sudah proses," tambah Hendry, Direktur OPMS.

Satu kapal yang siap bongkar ini adalah kapal bekas Roro, rute Jakarta - Kalimantan, dengan KM Pricilia dengan berat 8.000 DWT.

"Sebelumnya kami juga telah melakukan pemotongan kapal dengan ukuran 5.580 GT dan nantinya hasil pemotongan kapal tersebut telah teralokasi ke beberapa pabrik peleburan besi di Jatim," ungkap Hendry.

Dalam kesempatan itu, Hendry juga menambahkan, bila 10 kapal bekas yang ditargetkan di tahun 2021 ini, bisa mencapai berat total 20.000 GT / 30.000 DWT.

"Perseroan juga akan meningkatkan tenaga pembelian dan survey kapal untuk mempercepat proses pembelian dan akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya," tegas Hendry kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Kapal Bekas

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved