Breaking News:

Ramadan 2021

Pasar Kaget Saat Bulan Puasa di Surodinawan Mojokerto Ditutup Ini Alasannya

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan pedagang musiman saat bulan Ramadan di sepanjang jalan raya Lingkungan Suromulang

TribunJatim.com/ M Romadoni
Pasar pedagang musiman di Mojokerto 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan pedagang musiman saat bulan Ramadan di sepanjang jalan raya Lingkungan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Kegiatan penertiban pasar dadakan ini terpaksa dilakukan lantaran pedagang musiman yang berjejer di sepanjang jalan tersebut dianggap masyarakat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Apalagi, pasar kaget itu selalu ramai dengan pembeli yang berjubal saat menjelang buka puasa yang mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tersendat.

Baca juga: Pemuda Tulungagung Ini Mengaku Bingung dan Membawa Kabur Motor, Perbuatannya Direkam Korban

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan pihaknya mengambil tindakan mencegah pedagang musiman dengan memasang pagar besi Portable di area masuk menuju jalan Suromulang ke kawasan Perumahan Surodinawan. Mereka sudah berjualan di ruas jalan selama empat hari sejak awal puasa yang mengakibatkan kerumunan dan kemacetan.

"Bagaimana lagi kita harus mengambil tindakan penertiban di lokasi karena mereka berjualan hingga ruas jalan," ungkapnya, Minggu (18/4/2021).

Dodik menyebut pihaknya terpaksa mengambil keputusan dengan menutup dan melarang adanya kegiatan pasar kaget di sepanjang jalan Suromulang. Penutupan pasar kaget juga sudah sesuai prosedur berdasarkan  aturan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang ketertiban umum. Selain itu, karena masih pandemi mengacu Perwali Nomor 47 Tahun 2020.

"Kegiatan di sana (Pasar Kaget, Red) saat bulan Ramadan kita tutup tentunya sampai lebaran," jelasnya.

Menurut dia, penutupan ini dilakukan lantaran keberadaan pedagang musiman ini sebagian menempati akses jalan warga perumahan Surodinawan Estate sehingga masyarakat keberatan karena menghambat mobilitas dan lalu lintas. Biasanya, jarak tempuh sekitar lima menit untuk sampai ke rumah namun kini butuh puluhan menit karena jalan macet dipenuhi pedagang musiman.

"Warga di sana kan kasihan ada pedagang musiman ramai-ramai masyarakat setempat kesulitan melewati akses jalan menuju rumahnya. Apalagi saat berbuka puasa awalnya lima menit menjadi puluhan menit saat lewat di jalan yang kini beralih fungsi menjadi pasar tajil dadakan," ucap Dodik.

Masih kata Dodik, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan Disperindag terkait penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) saat bulan Ramadan di kawasan tersebut. 

"Mereka merupakan pedagang yang tidak tercatat di PKL Kota Mojokerto dan lokasi ini belum dijadikan sebagai tempat pusat PKL dan kita tidak melarang orang berjualan namun jangan sampai menganggu ketertiban umum," tandasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved