Breaking News:

Berita Lumajang

Persiapan Lumajang Jelang Sekolah Tatap Muka Dibuka Bulan Juli

Bulan Juli mendatang tampaknya adalah waktu yang ditunggu-tunggu para siswa-siswi sekolah. Pasalnya, Mendikbud Nadiem Makarim

TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Eri Cahyadi saat mencoba simulasi Pembelajaran Tatap Muka 

Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bulan Juli mendatang tampaknya adalah waktu yang ditunggu-tunggu para siswa-siswi sekolah.

Pasalnya, Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan, sekolah tatap muka dimulai pada Juli mendatang.

Merespon hal itu beberapa daerah pun mulai melakukan persiapan. Mulai memprioritaskan vaksin bagi para tenaga pendidik, bahkan di kota-kota besar sudah ada melakukan simulasi. Ini dilakukan agar pelaksanaan tatap muka bisa sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

Sementara di Lumajang Kepala Dinas Pendidikan setempat, Agus Salim mengatakan, pihaknya akan mengikuti instruksi tersebut.

Pihaknya mengaku siap menjalankan aturan tersebut pasalnya sudah setengah tahun Pemkab Lumajang telah menginisasi sekolah tatap muka terbatas lewat program sinau bareng. Dengan jumlah murid maksimal 25 persen, program tersebut dirancang sebagai obat rindu siswa akan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Baca juga: Tak Menyangka Batik Gedog Karyanya Dipakai Presiden Jokowi, Zaenal: Suatu Kebanggaan

Baca juga: Martabak Mesir Menu Buka Puasa Khas Pasar Tiban, Dilengkapi Bumbu yang Bagus untuk Metabobolisme

Baca juga: DPC PKB Kabupaten Malang Nyatakan Setia Kepada Muhaimin Iskandar

"Intruksi Pak Nadiem itu kan kondisional tidak harus wajib. Lumajang menyikapinya sebelum sekolah tatap muka di buka bulan Juli, kami sudah jalan sejak setengah tahun lalu sampai hari ini. Nah kalau Juli mendatang sudah diperbolehkan fokus kami meningkatkan prosentase jumlah siswa yang semula dari sinau bareng hanya 25 persen menjadi 50 persen," kata Agus, saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Meski pelaksanaan sekolah tatap muka telah mendapat lampu hijau, kata Agus, pihaknya tak lantas menjalankan kebijakan tersebut secara sembrono.

Artinya, dalam meningkatkan kuota siswa pihaknya akan tetap memperhatikan potensi persebaran covid 19 di sekolah. Bahkan pihaknya juga akan memantau status zona kawasan sebelum melaksanakan sekolah tatap muka dengan jumlah murid sebanyak 50 persen.

"Kami akan evaluasi setiap kecamatan untuk layak dilaksanakan atau tidak. Yang kedua selama pelaksanaan wajib semua patuh protokol kesehatan, walaupun guru sudah divaksin, sekolah sudah ketat prokes tapi tatap muka tetap harus dijalankan dengan murid setengah tidak langsung total," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Agus menambahkan, pelaksanaan sekolah tatap muka secara bertahap ini juga diberlakukan sekolah MI/MTS yang berada di bawah naungan Kemenag.

Menurutnya, ini penting diterapkan sebagai kampanye menerapkan protokol kesehatan kepada siswa-siswa sebab hingga kini virus Corona masih mewabah di Indonesia.

"Saya juga sudah koordinasi dengan Kemenag Lumajang masih menggunakan sinau bareng. Dan jika sekolah tatap muka dibuka, kemungkinan jumlah muridnya yang hanya 50 persen saja. Sama halnya dengan SMA/SMK meskipun itu wilayahnya provinsi tapi saya lihat masih menggunakan tatap muka terbatas," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Dikbud Lumajang

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved