Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bunga Desa Banyuwangi Tuntaskan Hampir 10 Ribu Masalah Warga

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak kali pertama dilantik pada 26 Februari 2021, tercatat telah tujuh kali berkantor di desa melalui program

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkantor di balai desa 

Reporter : Haorrahman | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak kali pertama dilantik pada 26 Februari 2021, tercatat telah tujuh kali berkantor di desa melalui program bupati ngantor di desa (Bunga Desa) adalah program yang dilakukan Bupati Ipuk dan Wakil Bupati Sugirah untuk menjemput bola berbagai permasalahan warga.

Di desa yang dituju, Ipuk tinggal seharian, dari pagi sampai adzan Maghrib untuk mengurai berbagai masalah.

”Alhamdulillah, setiap pekan saya berkantor di desa. Sejauh ini sudah tujuh desa. Ini yang konsepnya berkantor seharian ya, dari pagi sampai Maghrib. Kalau yang datang ke desa di luar konsep berkantor di desa tentu sudah puluhan kali,” ujar Bupati Ipuk, Minggu (18/5/2021).

Tercatat sudah tujuh desa menjadi tempat Ipuk berkantor, yaitu Desa Bayu, Desa Kalipait, Desa Sarongan, Desa Grajagan, Desa Margomulyo, Desa Kajarharjo, Desa Siliragung. Desa-desa tersebut mayoritas berada di daerah terdepan Banyuwangi yang membutuhkan waktu tempuh cukup lama dari pusat kota.

Ipuk mengatakan, di setiap desa, masalah dibagi menjadi dua kategori berdasarkan solusi, yaitu jangka pendek dan jangka menengah-panjang.

Baca juga: Harga Daging Ayam Naik Drastis di Bulan Ramadan 2021, Kadin Kabupaten Sumenep Beber Penyebabnya

Baca juga: Sedan Mewah New BMW Seri 5 Sapa Para Crazy Rich di Surabaya, Varian Tertinggi Seharga Rp 1,4 M

Baca juga: Ucapan Raffi Ahmad 16 Tahun Silam ke Nagita Slavina Jadi Kenyataan, Kini Sang Istri Hamil Anak Kedua

”Ada masalah yang solusinya jangka pendek, bisa cepat. Ada pula yang perlu waktu seperti infrastruktur,” ujar Ipuk.

Dari segi sektor, masalah yang dituntaskan antara lain kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, sertifikat rakyat, jaminan sosial, penguatan petani dan nelayan, UMKM, kepemudaan, rumah tinggal, dan sebagainya.

Berdasarkan data lintas dinas, jumlah masalah yang mendapat solusi selama berkantor di tujuh desa tersebut mencapai 9.720 masalah dari berbagai sektor tersebut, di mana yang cukup banyak adalah soal administrasi kependudukan.

”Dengan kerja tim, sejumlah masalah kita urai. Ada beberapa anak misalnya terancam putus sekolah, langsung diatasi. Ada masalah sarana transportasi untuk petugas kesehatan di daerah yang geografisnya sulit, teratasi juga,” jelas bupati perempuan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved