Breaking News:

Berita Trenggalek

Cek Kandungan Berbahaya Jajanan di Pasar Takjil, Dinkes Trenggalek: Kadang Pedagang Belum Tahu

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek mengecek kualitas makanan dan minuman di Pasar Takjil sekitar alun-a

SURYA/AFLA
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek mengecek kualitas makanan dan minuman di Pasar Takjil sekitar alun-alun, Senin (19/4/2021) sore. 

Reporter: Aflahul Abidin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEKDinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek mengecek kualitas makanan dan minuman di Pasar Takjil sekitar alun-alun, Senin (19/4/2021) sore.

Sekitar 30 sampel makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil dibawa ke labolatorium milik Dinkes untuk diketahui ada tidaknya kandungan kimia dan bakteri berbahaya.

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, Yazid Menan mengatakan, pemeriksaan kimia untuk mengetahui ada tidaknya kandungan berbahaya seperti boraks, formalin, dan rodamin B.

“Sementara untuk pengecekan bakteorologi, kami mengecek ada tidaknya kandungan bakteri E coli di dalamnya,” kata Yazid.

Pengecekan akan dilakukan di labolatorium milik Dinkes setelah pengambilan sampel selesai. Hasil dari pemeriksaan, sambung dia, akan diketahui esok sore.

Apabila diketahui ada bahan kimia berbahaya atau bakteri dalam makanan-minuman yang dicek, Dinkes akan membina sang pedagang.

Saat mengambil sampel, pihaknya telah mencatat asal muasal barang yang dicek, sekaligus identitas penjualnya.

“Kalau ada temuan, kami akan sampaikan. Kadang, pedagang belum tentu tahu bahwa mereka menggunakan bahan kimia berbahaya. Jadi kami akan kami bina agar tidak menggunakan bahan kimia tersebut lagi,” sambungnya.

Menurut dia, pemeriksaan ini sekaligus untuk memberi rasa aman bagi para pembeli. Sehingga ke depan, para pembeli akan mendapat makanan-minuman di pasar takjil yang aman dari bahan kimia berbahaya dan bakteri.

“Pemeriksaan ini rutin setiap Ramadan kami lakukan,” kata Yazid.

Untuk tahun lalu, pihaknya menemukan adanya temuan beberapa bahan kimia berbahaya di makanan yang dijual di pasar takjil.

“Tapi hanya sedikit. Yang lain, yang banyak kami periksa, secara umum aman,” ungkapnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved