Berita Surabaya

Kapolrestabes Surabaya Bawakan Materi untuk Siswa Kelas IX SMP: Pancasila Jangan Sekadar Dihafal

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir didampingi Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Herlina meninjau kesiapan sekolah tatap muka.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/firman
Kombes Pol J.E. Isiri Saat memberikan materi nasionalisme kepada siswa siswa kelas IX se Surabaya 

Reporter: Firman Rachmanudin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM,COM, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir didampingi Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Herlina meninjau kesiapan sekolah tatap muka.

 Rencananya sekolah tatap muka memang akan dibuka kembali setelah setahun lebih ditutup akibat pandemi covid 19.

Isir kemudian berkunjung ke salah satu sekolah yakni SMP Negeri 1 Surabaya, jalan Pacar 4-6, Senin (19/4/2021).

Disana Isir disambut oleh puluhan murid yang mencoba pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara sebagian siswa lainnya mengikuti kelas yang diberikan oleh mantan ajudan presiden Joko Widodo itu melalui virtual yang jumlahnya sekitar 37.000 siswa se-Surabaya.

"Anak-anak yang mengikuti kelas ini adalah siswa siswi kelas IX baik sekolah negeri maupun swasta se Surabaya" beber Isir, Senin (19/4/2021).

Dalam kelas itu, Isir menyampaikan pentingnya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mensifati Pancasila sebagai dasar.

"Sepuluh tahun mendatang masa depan Indonesia dari Sabang sampai Merauke kita titipkan kepada anak-anakku sekalian.
Pancasila harus bisa dimengerti, dipahami dan implementasikan jangan sekadar dihafal. Jika sudah mengerti maka nilai-nilai Pancasila akan menjadi oksigen yang membuat bangsa kita hidup," pesan Isir kepada siswa siswi itu.

Selain itu, Isir juga memberikan perhatian terkait fenomena yang terjadi di Surabaya akhir-akhir ini.

Salah satunya yang menjadi sorotan adalah tawuran yang terjadi jelang sahur di Surabaya.

"Jangan sampai ikut hal hal negatif yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain terutama orang tua juga. Tawuran yang terjadi pada lapisan pelajar tidak ada manfaatnya sama sekali karena hanya akan membawa dampak negatif," imbuhnya.

Isir juga mengingatkan agar generasi penerus bangsa itu mampu mendaur segala macam bentuk informasi yang didapat.

Hal itu, juga sebagai upaya pencegahan terhadap faham-faham inteloransi yang muncul karena fanatisme keyakinan berlebihan.

"Munculnya sikap etnosentrisme, yaitu suatu pandangan yang menganggap bahwa suku bangsanya sendiri lebih unggul dibandingkan dengan suku yang lalnnya itu tidak baik," ujarnya

"Selain itu juga fanatisme yang berlebihan, yaitu paham yang berpegang teguh secara berlebihan terhadap keyakinan sendiri sehingga menganggap salah terhadap keyakinan yang lain. Ini yang perlu adik-adik, anak anakku semua pahami dan amalkan,"tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved