Breaking News:

Berita Gresik

SD Negeri di Gresik dalam Kondisi Rusak Parah saat Pembelajaran Tatap Muka

Para siswa Sekolah Dasar Negeri Prambangan, Kecamatan Kebomas,  dalam Pembelajaran Tatap muka (PTM) harus ekstra hati-hati.

surya/sugiyono
RUSAK - Ruang kelas SD Negeri Prambangan, Kecamatan Kebomas yang rusak parah akibat diterjang angin puting beliung pada akhir tahun 2020, Senin (19/4/2021). 

Reporter: Sugiyono I Editor: Ndaru Wijayanto

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Para siswa SDN Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, harus berhati-hati dalam mengikuti Pembelajaran Tatap muka (PTM).

Pasalnya ada tiga kelas di SDN Prambangan dalam kondisi rusak parah dan belum mendapat perbaikan pasca diterjang angin puting beliung pada akhir tahun 2020 lalu.

Kondisi rusak itu masih belum dibenahi saat PTM digelar pada Senin (19/2/2021).

Dari keterangan guru Kelas VI, SD Negeri Prambangan, Istiartih mengatakan, bencana puting beliung itu merusak ruang guru, ruang perpustakaan dan ruang kesehatan. 

Baca juga: Kisah Pilu Nenek di Gresik, Hidup Sebatang Kara Menunggu Anaknya Pulang Setiap Dua Pekan Sekali

Akibat kerusakan ruang guru, terpaksa para pengajar dan kepala sekolah pindah ke kelas lain dalam satu ruangan. 

Sementara para siswa kelas VI, yang mulai masuk kelas terpaksa menggunakan kelas lain yang kosong untuk melaksanakan ujian sekolah. 

"Khawatir, akibat kerusakan kelas akan menimpa para guru, terpaksa para guru pindah ke ruang kelas siswa. Dan siswa yang masuk sekarang ini juga menggunakan ruang kelas yang tidak digunakan untuk belajar adik kelas," kata Istiartih. 

Karena kelas tersebut tidak digunakan untuk belajar mengajar, sehingga tidak segera diperbaiki. Selama pandemi Covid-19, para siswa juga tidak masuk sekolah. Tapi, pembelajaran secara online. 

Baca juga: Duo Jagoan BMW The New 5 Resmi Mengaspal di Surabaya, Tersedia Promo Menarik hingga 25 April 2021

"Selama pandemi, siswa tidak masuk kelas. Pembelajaran secara online," imbuhnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mahin mengatakan, pembangunan tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan, sebab secara teknik harus memasukkan anggaran protokol kesehatan. 

"Terpaksa, tahun 2020 tidak bisa membangun. Tahun ini mulai dilaksanakan pembangunan dengan memasukkan anggaran protokol kesehatan mencegah penyebaran covid-19," kata Mahin, melalui telepon selulernya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved