Breaking News:

Berita Batu

Seorang PNS di Kota Batu ini Pensiun Dini Karena Faktor Kesehatan

Beberapa pejabat di Pemerintahan Kota Batu mengajukan pensiun dini atau atas permintaan sendiri (APS).

istimewa
Mantan Sekwan DPRD Batu, Balok Yudono Patrikha 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Beberapa pejabat di Pemerintah Kota Batu mengajukan pensiun dini atau atas permintaan sendiri (APS).

Salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajukan pensiun dini dan masih aktif bekerja adalah Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Balok Yudono Patrikha.

Balok Yudono Patrikha pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batu. Polres Batu mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi di Sekwan DPRD Batu saat dipimpin Balok.

Melalui sambungan telefon, Balok mengatakan alasannya mengajukan pensiun dini atau Atas Permintaan Sendiri (APS) adalah faktor kesehatan. Ia mengaku memiliki sakit jantung dan sudah tidak cukup tenaga untuk banyak beraktivitas.

“Aduh, tidak kuat karena saya punya sakit jantung, kapan hari pasang ring. Sudah tidak mampu kalau kerja model begitu. Fisiknya sudah tidak kuat,” katanya, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Banyak Pejabat di Pemkot Batu Ajukan Pensiun Dini, Ada Dugaan Kasus Korupsi

Baca juga: Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Baca juga: Alasan Persib Bandung Berangkat Hari H di Pertandingan Semifinal Piala Menpora 2021 Lawan PS Sleman

Balok Yudono Patrikha sudah mengajukan pensiun dini dan kini tinggal menunggu surat keputusan pensiun. Ditanya mengenai persoalan hukum yang dialami saat menjabat sebagai Sekwan DPRD Batu, Balok mengatakan kalau publik harus melihat secara proporsional. Termasuk menanggapi komentar Malang Corruption Watch (MCW) yang mempertanyakan sejumlah pejabat pensiun dini padahal diduga kuat memiliki kasus.

“Ya kan harus didetailkan permasalahannya. Masing-masing punya pertimbangan, Pak Himpun juga kesehatan. Darah tingginya tinggi sekali. Tidak bisa dipukul rata, masing-masing punya alasan sendiri,” kata Balok Yudono Patrikha kepada TribunJatim.com..

Balok telah berusia 59 tahun. Ia mengatakan sudah bekerja sebagai PNS lebih dari 20 tahun. Himpun belum bisa ditemui dan dihubungi. Nomor teleponnya tidak aktif saat beberapa kali dihubungi.

Sekadar informasi, Polres Batu tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi di Sekwan DPRD Batu. Dugaan tindak pidana korupsi itu terkait anggaran publikasi di sejumlah media massa.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved