Breaking News:

6 Fakta Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang' Kumpulan Surat RA Kartini, Disajikan dalam Bahasa Melayu

Berikut ini tentang fakta buku Habislah Gelap Terbitlah Terang, kumpulan surat RA Kartini di masa hidupnya.

Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Dok Kompas dan Istimewa
Habis Gelap Terbitlah Terang, kumpulan surat Kartini yang dijadikan buku. 

Hal ini pun direalisasikan Kartini dengan membangun sekolah perempuan pertama di Rembang yang saat ini menjadi gedung Gerakan Pramuka Kabupaten Rembang.

Meski Indonesia belum merdeka, tetapi kesadaran berbangsa telah dibangkitkan.

Baca juga: Promo Hari Kartini MPM, Perempuan yang Servis Sepeda Honda Bisa Dapat Diskon hingga Minyak Goreng

3. Bahasa Melayu

Raden Ajeng Kartini
Raden Ajeng Kartini (Dok Kompas)

Pada 1922, Door Duisternis Tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang disajikan dalam bahasa Melayu oleh Empat Saudara dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran.

Buku tersebut diterbitkan oleh Balai Pustaka. Salah seorang pelopor Pujangga Baru, Armijn Pane, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Pada 1938, buku diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dari buku terjemahan.

Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali.

Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan Sunda.

"Habis Gelap Terbitlah Terang", Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya.

Baca juga: 5 Film Indonesia Bertema Emansipasi Wanita yang Cocok Ditonton untuk Peringati Hari Kartini 2020

4. Terbagi dalam lima bab pembahasan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved