Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Bupati Sanusi Sanggupi Pembangunan Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi di Malang Rampung Sebelum Lebaran

Bupati Sanusi menyanggupi pembangunan ratusan rumah rusak akibat gempa bumi di Malang bisa rampung sebelum Lebaran nanti.

TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang membangun secara mandiri musala yang rusak akibat gempa bumi di Malang, 2021. 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang menyanggupi pembangunan 300 rumah rusak akibat gempa bumi di Malang, rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri 2021.

"Seluruh jajaran sudah rapat dan sepakat untuk segera membangun 300 rumah terdampak gempa. Tepatnya sebelum hari raya mereka sudah menempati rumah layak huni," beber Bupati Malang, Muhammad Sanusi ketika dikonfirmasi, Selasa (20/4/2021).

Sanusi meminta dukungan agar pencanangan pembangunan rumah bisa terealisasi.

"Diperlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa di masa pandemi Covid-19 dan pemulihan desa pasca bencana," ujarnya.

Dia menyerukan kepada aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Malang untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan bencana gempa bumi.

Baca juga: Pilu, Kondisi Mayat Bayi dalam Tas di Malang Dibalut Serbet, Mulut Disumbat, Diduga Sengaja Dibuang

Baca juga: Safari Ramadan 2021 di Desa Kamulan, Bupati Trenggalek Mas Ipin Ajak Warga Tetap Waspada Covid-19

"Kepedulian seluruh elemen bisa bersama-sama untuk meringankan beban masyarakat itu," tuturnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, anggaran pembangunan rumah telah siap. Bahkan nilainya meningkat.

"Anggarannya kami tingkatkan sebelumnya Rp 15 juta per rumah, sekarang menjadi maksimal Rp 25 juta per rumah dengan ukuran 6 meter kali 8 meter kita buat lebih kokoh. Agar jika ada gempa lagi tidak mudah roboh," terang Wahyu Hidayat.

Dia mengatakan, proses pembangunan rumah rusak bekerja sama dengan TNI dan Polri. Langkah tersebut ditempuh untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi.

Baca juga: Gandeng Jurnalis, Kejari Kota Batu Bagi-bagi Takjil untuk Petugas Kebersihan Hingga Tukang Ojek

Baca juga: Lagi-lagi Kantor Pengadilan Negeri Malang Lakukan Lockdown, 2 Pegawai Positif Covid-19 Jadi Sebab

Hingga saat ini, 32 kecamatan di Kabupaten Malang melaporkan adanya kerusakan akibat gempa.

Kecamatan Tirtoyudo menjadi wilayah terparah terdampak gempa disusul Kecamatan Dampit, dan Ampelgading.

Berita tentang Kabupaten Malang

Berita tentang Jawa Timur

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved