Breaking News:

Berita Gresik

Di Pengadilan Negeri Gresik, Abdus Somad Akui Jadi Pengecer sabu-sabu

Terdakwa Abdus Somad (30), warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik telah mengedarkan sabu-sabu sebanyak 5 gram.

sugiyono/surya
Terdakwa Abdus Somad mengikuti sidang secara online di Pengadilan Negeri Gresik atas kasus dugaan penjualan sabu, Selasa (20/4/2021). 

Reporter : Sugiyono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Abdus Somad (30), warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik telah mengedarkan sabu-sabu sebanyak 5 gram.

Pengakuan tersangka tersbeut ketika dalam persidangan di Pengadilan Negeri Gresik dengan agenda keterangan saksi, Selasa (20/4/2021).

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim I Gusti Ngurah Taruna Wiradhika, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dua saksi anggota Polres Gresik mengatakan, terdakwa mengambil barang bukti sabu seberat 5 gram di Jembatan Suramadu dekat Pulau Madura, pada Desember 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kesempatan itu, terdakwa membeli sabu 5 gram dari seseorang seharga Rp 4,5 Juta.

Setelah mendapatkan sabu-sabu, barang tersebut dibawa pulang ke tempat kos di Jalan RA Kartini, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas.

"Di tempat kos, terdakwa membagi sabu menjadi paket hemat, sebanyak 5 bungkus," kata saksi, saat menjelaskan kepada majelis hakim, jaksa dan penasihat hukum terdakwa.

Baca juga: Buruh Tani Badas Kediri Ketangkap Basah Hendak Edarkan Narkoba, 328 Pil Dobel L Diamankan Polisi

Baca juga: Respons Berkelas Bambang Nurdiansyah Saat Billy Syahputra Minta Dikontrak Bersama RANS Cilegon FC

Baca juga: Gisel Curiga Gempi Ngotot Ingin Puasa Ada Maksud Lain, Tak Melarang, Mantan Gading Marten: Belajar

Sementara, Jaksa Faris Almer Romadhona, menanyakan, bagaimana cara terdakwa menghubungi penjual sabu. "Apakah menggunakan telepon?. Kenapa tidak dikembangkan?," tanya Jaksa Faris.

Kedua saksi dari Mapolres Gresik tersebut, mengatakan, terdakwa menghubungi pembeli menggunakan telepon seluler. Kemudian, nomor ponsel yang dihubungi tidak aktif, sehingga penjual sabu tersebut menjadi daftar pencarian orang (DPO). "Penjual menjadi DPO," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan, terdakwa juga tidak mempunyai izin untuk menjual sabu.

"Tidak ada izin dari instansi manapun untuk memiliki dan menjual narkotika," katanya.

Akhirnya, sidang ditunda pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Berita tentang Pengadilan Negeri Gresik

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved