Breaking News:

Berita Banyuwangi

Kolaborasi dengan BP2MI, Pemkab Banyuwangi Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu dengan Koordinator UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Banyuwangi

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu dengan Koordinator UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Banyuwangi 

Reporter : Haorrahman | Editor : Yoni Iskandar

.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu dengan Koordinator UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Banyuwangi membahas permasalahan dan penanganan buruh migran di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Ipuk juga melakukan sambungan videocall dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat di ruang kerja Bupati Ipuk, Selasa (20/4/2021).

“Kolaborasi dengan BP2MI akan kami perkuat. Tadi kami bahas beberapa hal urgen, seperti kasus yang dihadapi pekerja migran di luar negeri dan masih maraknya jalur ilegal. Ini pekerjaan rumah bersama,” ujar Ipuk.

Koordinator UPT BP2MI Banyuwangi, Muhammad Iqbal, mengatakan, perlindungan pekerja migran adalah kerja bersama.

“Tahun lalu ada sekitar 3.000 warga Banyuwangi yang berangkat menjadi pekerja migran. Kami kawal mulai pelatihan sampai sertifikasi,” ujarnya.

Baca juga: Marah Arya Saloka Dicecar Gegara Unfollow IG Amanda Manopo, Apa Gunanya Mata, Andin: Blok Aja

Baca juga: Punya Skill dan Bersahabat dengan Raffi Ahmad, Billy Syahputra Dipermudah Gabung RANS Cilegon FC?

Baca juga: BERITA TERPOPULER SELEB: Akhirnya Sule Naik Pitam Disebut Selingkuhi Istri hingga Ancaman Ruben Onsu

Iqbal menjelaskan, kewenangan perlindungan pekerja migran saat ini bukan kewenangan dari pemerintah pusat semata. Berdasarkan aturan yang baru, saat ini kewenangan perlindungan didistribusi hingga ke level desa.

“Dengan kerja kolaborasi yang selama ini banyak Banyuwangi lakukan, kami berharap sinergitas dengan BP2MI bisa ditingkatkan. Kami berharap Banyuwangi bisa jadi referensi suatu daerah yang concern pada perlindungan pekerja migran,” katanya kepada TribunJatim.com.

Iqbal menyampaikan, BP2MI tengah menjalankan program Sikat Sindikat, memerangi pengiriman pekerja migran di luar prosedur resmi. Menurut dia, wilayah tapal kuda berpotensi cukup banyak terjadinya perdagangan orang.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved