Breaking News:

PSI Tolak Besaran Tarif Sewa GBT yang Hampir Setengah Miliar, Eman Masa Depan Persebaya

Anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya Alfian Limardi menolak pengajuan tarif sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) oleh Pemkot yang mencapai Rp 444 juta per

TribunJatim.com/ Yusron Naufal Putra
Pemkot Surabaya dan tim ITS lakukan uji kelayakan lampu Stadion GBT 

Reporter : Nuraini Faiq | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota FraksiPartai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Surabaya Alfian Limardi menolak pengajuan tarif sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) oleh Pemkot yang mencapai Rp 444 juta per hari.

Besaran ini memberatkan dan bisa berdampak pada hengkangnya Persebaya dari home base mereka di Surabaya.

Saat ini, Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Surabaya tengah menggodok Raperda Retribusi Kekayaan Daerah. Reperda ini adalah perubahan kedua Perda 13/2010 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Salah satunya ada pasal besaran tarif sewa GBT.

Alfian Limardi, selaku anggota Pansus tegas menolak usulan besaran nilai sewa tersebut. Pemkot perlu mengkaji aspek ekonomi dan sosio-kultur bagi Persebaya. Klub yang menjadi penyewa utama GBT.

Baca juga: TERPOPULER BOLA: Tarif Sewa Stadion GBT Naik Hampir 15 Kali Lipat - Caio Ruan Berlabuh di Persipura

Baca juga: Balasan Ayu Ting Ting Disindir Luna Maya ‘Tua’, Imbas Si Biduan Nyenggol Duluan, Sampai Pada Terdiam

Klub ini telah berkontribusi pada Kota Surabaya. Tidak hanya menggerakkan perekonomian warga, tetapi secara sosio-kultural di balik Persebaya ada pendukung fanatik dan loyal tinggi.

"Kami menyayangkan penetapan besaran tarif yang kurang terbuka dari tim appraisal. Memang ada urgensi bagi Pemkot untuk memperbarui besaran retribusi dan menetapkan tarif untuk gedung-gedung baru. Saya menolak usulan besaran taatif sewa GBT," kata Alfian.

Sebelum menetapkan besaran sewa idealnya perlu ada survei. Ini akan menyangkut kemampuan dan kesediaan pendukung Persebaya membayar tiket masuk GBT. Pasti tarif sewa ini akan berimbas ke kenaikan harga tiket.

Jika terlalu berat dengan harga sewa GBT sebagai home base Persebaya, tim ini akan memilih opsi hengkang ke stadion lain. Kedua pilihan tersebut dinilai tidak menguntungkan bagi warga Surabaya. Ini berpotensi kehilangan manfaat ekonomis dan manfaat sosio-kultural Persebaya.

Secara ekonomi, kehadiran Persebaya tentu memberikan input positif untuk percepatan pemulihan ekonomi. Animo Bonek (suporter Persebaya) untuk menonton langsung di stadion merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Pembayaran uang tiket, retribusi parkir, pembelian makanan dan merchandise, serta uang transportasi semuanya akan berputar dan memberikan manfaat di Surabaya jika Persebaya berkandang di GBT.

Menyaksikan Persebaya bermain bisa menjadi sarana rekreasi, sarana menanamkan nilai sportifitas, semangat berkompetisi, kampanye hidup sehat. Yang paling penting adalah sebagai sarana menunjukkan identitas diri mendukung klub kebanggaan.

“Tugas kita sebagai pemerintah adalah menjaga nilai-nilai ini dan mendukung tumbuhnya industri, termasuk industri olahraga. Keputusan ini menyangkut hajat hidup orang banyak, Pemkot perlu mengkaji ulang besaran sewa agar tidak memberatkan," ujar Alfian, angota Kimisi B kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Stadion GBT

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved