Breaking News:

Berita Lamongan

Ramadan Pada di Tahun Kedua Pandemi, Sarung Tenun Ikat Parengan Bangkit, Artis Ibu Kota Kesengsem

Ramadan 2021 atau 1442 H tahun ini membawa berkah  bagi pengrajin sarung tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur

TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Ramadan 2021 atau 1442 H tahun ini membawa berkah  bagi pengrajin sarung tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur.  

Reporter: Hanif Manshuri | Editor: Januar aaS

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ramadan 2021 atau 1442 H tahun ini membawa berkah  bagi pengrajin sarung tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur

Beda dengan Ramadan tahun lalu,  pada masa Pandemi Covid -19 tahun kedua ini, para pengrajin sarung tenun ikat kebanjiran order.

" Meningkatkan 10 kali lipat  dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan tahun sebelumnya, " kata pengrajin sarung, H. Miftahul Khoiri, kepada Surya.co.id (Tribunjatim.com grup), Kamis   (21/4/2021).

Baca juga: Antisipasi Balap Liar Jelang Sahur di Gresik, Polisi Gelar Patroli di Benjeng

Bahkan katanya, permintaan sarung tak hanya datang dari dalam negeri saja. Namun permintaan juga datang dari luar negeri seperti Timur Tengah dan Malaysia.
Diungkapkan, permintaan sarung tenun ikat yang ia buat sebelum bulan puasa biasanya hanya laku 2 sampai 3 kodi. Namun kali ini sarung yang ia produksi laku 10 sampai 12 kodi.

"Alhamdulillah tahun ini pesanan banyak mas. Tahun 2020 kemarin penjualan turun drastis karena virus corona, " katanya.

Tapi sekarang, sejak  Covid-19 di Indonesia sudah berangsur-angsur berkurang, Alhamdulillah permintaan meningkat lagi,

Dikatakan, karena pandemik Covid-19 jumlah pekerja di perusahaannya juga berdampak dan harus  dibatasi

Meski bulan ini banyak pesanan sarung tenun ikat.
 Namun tidak semuanya,  100 pekerja yang biasa memproduksi sarung tenun ikat miliknya dipekerjakan.
Mif, hahya  mempekerjakan 75 orang. Dan sisanya dialihkan sebagai   pekerja bangunan yang sedang berjalan di komplek rumahnya.

"Ya karena Covid-19 karyawan kami 100 orang kita kurangi. Berhubung saya juga sedang mengerjakan  proyek, maka karyawan kami yang nganggur itu kita ajak kerja sebagai kuli bangunan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved