Breaking News:

Berita Jatim

Respon Perusahaan Otobus Bagong Tanggapi Larangan Mudik

Perusahaan Otobus (PO) Bagong tengah menunggu instruksi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Erwin Wicaksono
PO Bagong merespon soal larangan mudik 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perusahaan Otobus (PO) Bagong tengah menunggu instruksi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021.

Permenhub tersebut berisi Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Secara pelaksanaan, rencanannya terdapat pembatasan operasional moda transportasi darat, laut dan udara.

"Sampai sekarang kami masih menunggu arahan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur," ujar Direktur PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Madura Geger, Anak Perempuan Usia 4 Tahun di Sumenep Hilang Misterius, Ditemukan Tewas Dalam Sumur

PO Bagong mengenang masa lebaran sebelum pandemi, merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu perusahaan jasa transportasi. Perusahaan yang berlokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang ini menilai, keberadaan moda transportasi bus tak hanya  melayani masyarakat yang berkepentingan mudik. Tapi warga yang mempunyai rutinitas lain seperti pekerjaan atau rutinitas lain.

Kendati demikian, Budi menyatakan jika pihaknya menyanggupi instruksi dari pihak berwenang.

"Kami saat ini belum bisa ambil keputusan. Karena juga belum ada arahan dan petunjuk dari Dishub Provinsi Jawa Timur. Itu karena trayek yang kami miliki AKDP (antar kota dalam propinsi," jelas Budi. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved