Breaking News:

Berita Surabaya

Sidang Perdana Soal Curhat Wajah Memburuk, Konsumen yang Dilaporkan Klinik Kecantikan Ajukan Eksepsi

Sidang perdana kasus curhat kulit memburuk di Pengadilan Negeri Surabaya. Stella konsumen yang dilaporkan klinik kecantikan ajukan eksepsi.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Stella saat jalani sidang perdana di PN Surabaya, terkait pelaporan pencemaran nama baik dari klinik kecantikan. 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Heftys Suud 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Stella Monica jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus UU ITE.

Ia dilaporkan oleh sebuah klinik kecantikan bernama L'VIORS gara-gara curhat soal kondisi kulitnya di story Instagram.

Stella didakwa Pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Baca juga: Batas Waktu Penumpang KRI Nanggala Bisa Selamat, Sebelum Oksigen Habis, Komunikasi Terakhir Dikuak

Baca juga: Mertua Letkol Heri Oktavian Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402 Harap yang Terbaik: Minta Doanya

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Farida Hariani saat membacakan dakwaan, di Ruang Sidang Kartika I, Kamis, (22/4/2021). 

Stella didakwa telah mencemarkan nama baik Klinik Kecantikan L’VIORS pada 2019 lalu, melalui screenshot story akun media sosial Instagram yang diupload oleh akun Instagram terdakwa yang bernama @Stellamonica.h. 

Dalam screenshoot itu berisi percakapan Stella dengan seorang dokter.

Ia mengeluhkan kondisi wajahnya yang memburuk usai perawat di klinik L'VIORS.

Baca juga: Teror Pria Misterius Pegang hingga Pukul Perut Ibu Hamil di Tulungagung, Ciri-ciri: Naik Motor Bebek

Baca juga: Mertua Letkol Heri Oktavian Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402 Harap yang Terbaik: Minta Doanya

"Terdakwa telah mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses dokumen elektronik dengan cara mengunggah screenshot percakapan direct message  dengan saksi T, saksi M dan saksi A yang mengarah kepada kegagalan Klinik L'VIORS dalam menangani pasiennya," kata jaksa. 

Halaman
123
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved