Breaking News:

Berita Jember

Jelang Idul Fitri TPID Jember Antisipasi Kenaikan Harga 4 Komoditas Risiko Tinggi

Pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember menyepakati untuk mewaspadai empat komoditas

sri wahyunik/surya
High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jumat (23/4/2021) 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember menyepakati untuk mewaspadai empat komoditas yang berpotensi tinggi (high risk) menimbulkan gejolak harga menjelang Idul Fitri.

Keempat komoditas itu juga memiliki sejarah penyumbang inflasi. Empat komoditas itu adalah bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Hal ini disepakati dalam pertemuan TPID di Pendapa Bupati Jember dalam rapat koordinasi menjelang Idul Fitri, Jumat (23/4/2021). Pertemuan tingkat tinggi TPID Kabupaten Jember itu dipimpin oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, dan diikuti oleh kepala instansi dalam unsur TPID seperti Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jember Hestu Wibowo, Kepala Badan Pusat Statistik Jember Arif Joko Sutejo, juga Kepala Cabang Bulog Jember Budi Sultika, juga ada dari Hiswana Migas eks Karesidenan Besuki dan Lumajang, Sekretaris Daerah Jember Mirfano, juga sejumlah kepala OPD Pemkab Jember.

Kepala BI Jember Hestu Wibowo memaparkan, dalam sejarah inflasi Jember tahun 2018 - 2020, ada 10 tertinggi penyumbang inflasi di Jember, dan ada empat komoditas yang masuk kategori high risk.

Baca juga: Sule Sakit Hati Dituding Punya Ilmu Hitam hingga Nathalie Holscher Minggat: Ada Bukti Chat

Baca juga: AirNav Banyuwangi Siaga 24 Jam Pantau Pergerakan Penerbangan Militer

Baca juga: Cerita Ashanty Ungkap Ciuman Pertama Sama Anang Hermansyah saat Masih Pacaran, Diam-diam, Nyosor

"Yakni bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit. Itu berdasarkan historis inflasi Jember 2018 - 2020. Dari historis ini, kesimpulannya menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemkab Jember dan TPID Jember cukup memfokuskan diri menangani empat komoditas 'high risk' ini," ujar Hestu.

Hestu mengakui, jika pergerakan harga empat komoditas tersebut dipengaruhi dua hal, yakni pasokan barang terkait masa panen komoditas, juga musiman karena adanya hari besar, seperti Ramadan, Idul Fitri, juga Natal dan Tahun Baru.

Oleh karena itu, Hestu menyarankan kepada forum TPID, supaya ada pemantauan pasar di pasaran untuk empat komoditas tersebut.

"Pertemuan TPID ini sebagai langkah koordinasi, dan untuk langkah lebih lanjut, bisa memantau pasar untuk mengetahui pasokan barang, ketersediaan barang, juga harga. Dari situ, langkah strategis bisa dilakukan oleh OPD di Pemkab Jember, dan jika perlu mendorong kerjasama antar daerah, untuk mendapatkan komoditas yang surplus," tegas Hestu.

Sementara itu, Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo menambahkan, memang sudah ada indikasi beberapa komoditas yang disebutkan oleh Hestu bakal menyumbang inflasi di bulan April ini. Komoditas itu antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, juga ada komoditas lain seperti bawang putih, dan tomat.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved