Breaking News:

Ramdan 2021

Ketua MUI Jawa Timur KH Abdurrahman Navis: Zakat, Antara Keimanan dan Kedermawanan

Bagaimana cara Anda menyebut orang lain sebagai orang yang dermawan? Simak penjelasan Ketua MUI Jawa Timur KH Abdurrahman Navis.

ISTIMEWA
KH Abdurrahman Navis (Ketua MUI Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya) 

Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM - Bagaimana cara Anda menyebut orang lain sebagai orang yang dermawan? Apapun caranya, pelaksanaan zakat sebaiknya bukan menjadi satu-satunya ukuran kedermawanan.

Sebab membayar zakat bukan soal kedermawanan, melainkan soal keimanan.

Mari sejenak kita simak ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan perintah shalat.

Hampir semuanya selalu bergandengan dengan peritah membayar zakat.

Kalimatnya kebanyakan berbunyi: “Aqiimus shalaah wa aatuz zakaah.”(Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat).

Dalam satu hadits juga disebutkan, bahwa zakat merupakan salah satu dari lima pondasi agama Islam.

Karena itulah zakat menjadi salah satu rukun Islam setelah syahadat dan shalat.

Maka, sekali lagi, jelas zakat bukan soal kedermawanan, melainkan komitmen keimanan.

Inilah salah satu wujud nyata bagaimana Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk menyeimbangkan hubungan vertikal dan horizontal.

Halaman
1234
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved