Kapal Selam Nanggala Hilang

Pakar Kelautan ITS : Proses Evakuasi Tergantung Posisi KRI Nanggala 402

Pakar Kelautan ITS, Dr Ir Wisnu Wardhana MSc PhD mengungkapkan peoses evakuasi KRI Nanggala 402 akan mudah jika posisi KRI Nanggala 402 di dasar laut

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
KOMPAS.com
Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). 

Reporter : Sulvi Sofiana | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) dini hari belum ditemukan setelah 72 jam lebih pencarian dilakukan.

Pakar Kelautan ITS, Dr Ir Wisnu Wardhana MSc PhD mengungkapkan peoses evakuasi KRI Nanggala 402 akan mudah jika posisi KRI Nanggala 402 di dasar laut yang rata. Namun, jika berada di palung karang-karang laut maka akan cukup sulit.

"Karena kapal selam bisa tersangkut di sela-sela palung. Dan pencariannya susah. Apalagi dalam kondisi blackout tidak aktivitas di dalam kapal, tinggal besinya saja," urai pria yang juga merancang kapal perang canggih, The Croc ini, Sabtu (24/4/2021).

Tingkat kesulitan semakin tinggi karena tekanan laut di kedalaman 700 meter yang besar bisa membuat kapal pecah.

Wisnu juga mengungkapkan ada kasus kapal selam yang di selamatkan ada, tapi memang berbeda kasus dengan KRI Nanggala 402 karena jatuh di kedalamannya 700 meter.

"Dan susah lagi dia hanya mampu bertahan di sekitar 200 meter. Struktur pressure hallnya sudah tidak mampu kalau di kedalaman 700 meter," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Perjalanan Spiritual LaNyalla, Ketua DPD RI di Masjid Sunan Giri Gresik

Baca juga: 72 Jam Sudah KRI Nanggala 402 Hilang, Jejak Kapal Selam Belum Muncul, 1 Temuan Magnet Kuat: Dikejar

Baca juga: AirNav Banyuwangi Siaga 24 Jam Pantau Pergerakan Penerbangan Militer

Ia menjelaskan sistem oksigen di kapal selam dikeluarkan oleh mesin yang memproduksi oksigen. Dan saat kondisi blackout semua mesin mati, sehingga tersisa oksigen di pressure hall yang diperkirakan bisa bertahan 72 jam.

"Jika pressure hall masih tertutup rapat, maka bisa bertahan sampai 72 jam itu,"ujarnya.

Wisnu menambahkan dengan bantuan kapal selam kecil dari berbagai negara penyelematan masih bisa dilakukan.

Teknisnya, kapal selam kecil diluncurkan dan menempel di emergensi exit.

Dan kru KRI Nanggala 402 bisa masuk melalui emergenci exit dan masuk kapal selam kecil. Dan meskipun pintu darurat rusak, masih bisa dimodifikasi untuk dibuka.

"Semua usaha sekarang ini evakuasi dulu, bagaimana caranya orang ini selamat. Jadi posisi bagaimn ngeluarin kapalnya dipikir nanti," lanjutnya.

Iapun mengapresiasi usaha maksimal yang dilakukan TNI, dengan segala keterbatasan alat. Sehingga bergerak meminta bantuan dari berbagai negara untuk menggerakkan kapal selam kecil.

"Usaha maksimal harus tetap dilakukan untuk keluarga," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Kapal Selam

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved