Breaking News:

Berita Gresik

Sehari Bisa Dapat Ratusan Ribu Rupiah, Gepeng di Gresik Sebut Pendapatan Masih Sepi

Sebanyak tujuh gelandangan dan pengemis alias Gepeng diamankan petugas. Mereka mengaku mendapat uang lebih dari Rp 100 ribu selama ramadhan. Jumla

. Foto : Dinsos Gresik
Para Gepeng di yang terjaring di shelter Dinsos Gresik 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Sebanyak tujuh gelandangan dan pengemis alias Gepeng diamankan petugas. Mereka mengaku mendapat uang lebih dari Rp 100 ribu selama ramadan. Jumlah itu, disebut masih dalam taraf sepi.

Selama bulan ramadhan, menjadi kesempatan bagi mereka untuk mencari pundi-pundi rupiah. Memasang wajah memelas dan meminta-minta, sambil berkeliling di pusat keramaian seperti pasar takjil.

Baca juga: Cerita Markonis Asal Madiun, Puluhan Tahun Menyelam Bersama KRI Pasopati

Kepala UPT Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial Gresik, Widy Subianto menerangkan sudah ratusan gepeng yang diamankan dan diperbolehkan pulang.

Mereka ada yang seorang pengamen, anak jalanan, termasuk para gepeng itu sendiri.

Para gepeng tersebut pun melewati bimbingan assesment, konseling dengan psikolog. Termasuk pencarian alamat dan asal usul masing-masing.

Mereka tinggal beberapa hari dahulu sebelum dipulangkan ke daerah asal.

"Setelah dari sini (balai loka bina karya) langsung kami pulangkan," kata dia, Sabtu (24/4/2021).

Widy menyebut, selama ini para gepeng itu berasal dari luar Gresik. Bisa dibilang, mereka adalah pendatang. Kota Surabaya menjadi penyumbang terbesar para klien tersebut.

"Surabaya lalu ada yang dari Tuban dan Lamongan. Kalau anak jalanan justru paling banyak dari Majalengka, Jawa Barat,” bebernya.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved