Breaking News:

Berita Malang

DPK Dan Kredit Tumbuh Cukup Signifikan, Bawa Angin Segar Bagi Perekonomian Malang Raya

Hingga bulan Februari 2021, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit mulai menunjukkan hasil yang positif dengan memperlihatkan pertumbuhan yang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri (memakai masker warna merah), Sabtu (21/11/2020). 

Reporter : Kukuh kurniawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Adanya kelonggaran aturan terkait kegiatan perdagangan membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonmi di wilayah Malang Raya.

Hingga bulan Februari 2021, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit mulai menunjukkan hasil yang positif dengan memperlihatkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

"Dari data yang kami miliki, sepanjang bulan Januari 2021, total DPK yang diterima sebesar Rp 81,9 miliar. Yang terdiri dari Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), BPR Konvensional dan BPR Syariah. Sementara sepanjang bulan Februari 2021, dari sisi perbankan, pertumbuhan DPK mencapai 9,67 persen," ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri kepada TribunJatim.com, Minggu (25/4/2021).

Sehingga menurutnya dana perbankan yang selama ini tersimpan, sudah mulai bisa disalurkan kembali ke masyarakat.

Baca juga: Putri Delina Dituding Munafik ke Nathalie Holscher, Bermuka Dua Manfaatkan Ibunya, Anak Sule: Diam

Baca juga: Arti Kata Submiss, Subsunk, dan On Enternal Patrol, Prosedur Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

Baca juga: Awak KRI Nanggala-402, Ingin Mengajak Anak Jalan-jalan Sepulang Tugas

"Dana yang tersimpan di bank mulai berkurang. Dulu sekitar dua digit, sekarang tinggal sembilan persen. Sehingga sudah mulai meningkatkan pertumbuhan kredit," tambahnya.

Dirinya juga menerangkan sepanjang bulan Maret 2021, pertumbuhan kredit di wilayah Malang Raya juga mulai tumbuh. Yakni sebesar tiga persen, dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,52 persen.

"Dengan adanya pertumbuhan kredit, kami berharap aktivitas masyarakat kembali normal. Utamanya pelaku UMKM yang membutuhkan modal baru dari perbankan dan lembaga jasa keuangan (LJK) yang lain. Sehingga, kegiatan ekonomi kembali berjalan dengan baik," ungkapnya.

Dirinya pun juga menjelaskan, penguatan potensi UMKM bisa dijadikan salah satu penyokong ekonomi. Sebab untuk menjaga stabilitas ekonomi, kredit perbankan harus tumbuh di angka tujuh hingga delapan persen.

"Pertumbuhan kredit bagi UMKM cukup besar. Saat ini OJK, BI dan pemerintah membuat berbagai kebijakan untuk stabilitas sistem ekonomi. Salah satunya, memberikan keringanan pelaku UMKM dalam membayar kredit. Sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa terus membaik," tandasnya kepada TribunJatim.com.

berita tentang OJK Malang

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved