Breaking News:

Berita Surabaya

Gugatan Rhoma Irama Ditolak PN Surabaya, Pakar Hukum dan Hak Cipta: Pelajaran Buat Penggiat Musik

Pengacara PT Sandi Record, Rachmat Idisetyo buka suara terkait ditolaknya gugatan Raja Dangdut, Rhoma Irama, terkait hak cipta.

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa/TribunJatim
Rhoma Irama (kiri) serta Pakar Hukum dan Hak Cipta, Rachmat Idisetyo (kanan). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Hukum dan Hak Cipta, Rachmat Idisetyo buka suara terkait ditolaknya gugatan Raja Dangdut, Rhoma Irama, kepada PT Sandi Record terkait hak cipta.

Rachmat Idisetyo menilai perkara hukum dan hak cipta ini bisa menjadi pelajaran bagi semua penggiat musik.

Pria yang juga pengacara dari PT Sandi Record itu menyebut, Undang-undang tentang hak cipta pada dasarnya sudah bagus dan lengkap.

"Permasalahannya, masih kurangnya peraturan pelaksana yang ada di Pemerintah maupun Menteri, dalam hal ini maksudnya adalah Kemenkumham," ujar Rachmat Idisetyo.

Hal ini dinilai Rachmat Idisetyo membuat banyak multitafsir dalam hak cipta. Contohnya, Fiksasi atau sering disebut Mastering pada label musik.

Fiksasi yang tertulis di UU Hak Cipta adalah perekaman suara yang dapat didengar, perekaman gambar atau keduanya yang dapat dilihat, didengar, digandakan atau dikomunikasikan melalui perangkat apapun.

Sebelumnya, Rhoma Irama, melalui kuasa hukumnya melayangkan gugatan atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu miliknya terhadap PT Sandi Record.

Gugatan dengan nomer 1/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Sby, itu didaftarkan kuasa hukum Rhoma ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Senin (25/1/2021).

Rhoma Irama dalam gugatannya meminta PT Sandi Record membayar ganti rugi sebesar Rp 1 miliar atau senilai pendapatan yang diterima dari YouTube.

Namun, PN Surabaya menolak gugatan Rhoma Irama. Majelis hakim yang diketuai Dewa Ketut Kartana berpendapat bahwa Sandi Record tidak melanggar hak cipta.

"Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya," ujar hakim Dewa saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (12/4/2021) lalu.

Kuasa Hukum PT Sandi Record, Rachmat Idisetyo mengaku putusan majelis hakim sudah adil dan sesuai fakta dalam persidangan.

Dimana PT Sandi Record sudah membayar izin pakai lagu dengan rincian Rp 533 Juta kepada Yanti Mala, dan Rp 150 juta kepada Rhoma. Hal ini menggugurkan adanya dugaan pelanggaran.

Adapun, Rhoma Irama diwajibkan membayar biaya perkara Rp 539 ribu.

"Perkara ini bisa menjadi pelajaran bagi semua penggiat musik," tutup Rachmat Idisetyo.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved