Breaking News:

Berita Nganjuk

Manajemen Satu Data Intensif Dipersiapkan Diskominfo Nganjuk, Jadi Dasar Penentu Kebijakan Pemda

Manajemen Satu Data intensif dipersiapkan Diskominfo Nganjuk, akan menjadi dasar penentu kebijakan pemerintah daerah.

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Rapat koordinasi Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk bersama BPS Kabupaten Nganjuk dalam rangka persiapan satu data Indonesia, Sabtu (24/4/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk bahas draft data dinamis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan data Kabupaten Nganjuk yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, dan mudah diakses.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki mengatakan, manajemen Satu Data Indonesia bakal segera diterapkan di Kabupaten Nganjuk. Di mana seluruh perangkat daerah merupakan produsen data sesuai dengan urusan yang diampu.

"Seperti yang telah dijelaskan dalam peraturan bupati (perbup), bahwa setiap unit kerja di Pemkab Nganjuk menjadi unit data," kata Slamet Basuki, Sabtu (24/4/2021).

Dijelaskan Slamet Basuki, Pemkab Nganjuk sendiri telah melakukan pemetaan dan sudah ada data yang harus diperbarui.

Rencananya, konsep data tersebut akan diperbarui setiap bulan oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya diverifikasi oleh wali data, dan wali data pendukung atau Dinas Kominfo maupun Bappeda.

"Baru kemudian dipublikasi ke dalam aplikasi dashboard Satu Data lokal," ucap Slamet Basuki.

Baca juga: Tindak Lanjuti Larangan Mudik Lebaran 2021, Pemkab Libatkan RT Awasi Pemudik Masuk Nganjuk

Baca juga: Ada Dua Warga Ngunut Tulungagung di KRI Nanggala 402, Orang Tua Minta Didoakan di Tiap Masjid

Menurut Slamet Basuki, aplikasi yang akan dibentuk tersebut akan dapat mendeteksi secara otomatis organisasi perangkat daerah (OPD), maupun pemerintah desa, atau kelurahan yang melampaui tenggat bulan perbaruan data. Dengan demikian sekretariat Meta Data Kabupaten Nganjuk akan memiliki data OPD maupun pemerintah desa dan kelurahaan yang tidak melakukan update data.

"Untuk itu, nantinya setiap bulan tim data akan melakukan pembinaan, pemantauan dan pengawasan yang kemudian setiap tiga bulan akan diproduksi data dinamis daerah yang bermitra dengan BPS," tandas Slamet Basuki.

Halaman
12
Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved