Breaking News:

Berita Surabaya

Tim Peneliti Gresik Temukan Kandungan Mikroplastik Dalam Ikan Muara Sungai Tambak Wedi Surabaya 

Tim peneliti Mikroplastik Ecoton bersama Community Aquatic Environmental (CAER) Universitas Trunojoyo Madura dan River Warrior Indonesia di Desa

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Sugiyono
Tim Peneliti Mikroplastik Ecoton bersama Community Aquatic Environmental (CAER)Universitas Trunojoyo temukan kandungan Mikroplastik dalam ikan di muara Surabaya 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tim peneliti Mikroplastik Ecoton bersama Community Aquatic Environmental (CAER) Universitas Trunojoyo Madura dan River Warrior Indonesia di Desa/Kecamatan Wringianom meneliti ikan di muara Sungai Tambak Wedi, Surabaya, Minggu (25/4/2021). Hasilnya, dalam ikan mengandung mikroplastik

Direktur Ecoton, Prigi Arisandi, mengatakan, mengatakan, tim peneliti telah mengambil sample 116 ikan. 110 ekor jenis Mudjaer (Oreochromis mossambicus) yang merupakan ikan  tahan terhadap air salinitas tinggi, sehingga mampu hidup di air payau seperti muara Sungai Tambak Wedi

Ikan lainnya jenis ikan Gulama (Johnius. trachycephalus) termasuk jenis ikan karnivora. Ikan gulamah merupakan jenis ikan yang hidup di perairan laut dan payau.

Baca juga: DPK Dan Kredit Tumbuh Cukup Signifikan, Bawa Angin Segar Bagi Perekonomian Malang Raya

Ikan Mudjaer  dikelompokkan dalam ikan berukuran 9 cm sebanyak 50 ekor dan berukuran 10 cm ada 60 ekor. Sedangkan 6 ikan gulama semuanya berukuran 14 cm.

Setelah dilakukan pengamatan mikroskop binokuler di laboratorium ecoton,  dengan pembesaran 40 hingga 100 kali, ditemukan semua sample ikan yang ditangkap 100 persen mengandung mikroplastik

Fakta lain yang menarik adalah di Muara Sungai Tambak Wedi yaitu  ditemukan mikroplastik terlengkap yang ditemukan di dalam tubuh ikan. Diantaranya, 6 jenis mikroplastik jenis  fiber berupa benang atau serat, film, filamen, fragmen, pellet dan granula. 

"Jenis yang paling banyak ditemukan adalah fiber sebesar 82 persen.  Ini potensi sumber polusi adalah limbah laundry atau cucian pakaian rumah," kata Prigi. 

Lebih lanjut Prigi mengatakan, kandungan lain dalam ikan-ikan tersebut yaitu  Film 7 persen atau selaput tipis dari  serpihan tas kresek dan 7persen jenis fragmen yang berasal dari cuilan plastik keras seperti botol air minum sekali pakai, packaging personal care.

Selengkapnya adalah sebagai berikut fiber 82,55 persen, film 7,58 persen, fragmen 7,01 persen, filament 0,86 persen, pellet 1 persen, dan Granular 1 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved