Breaking News:

Berita Kediri

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polsek Pare Kediri Gencar Patroli Petasan dan Kembang Api

Memasuki pertengahan bulan Ramadhan penggunaan petasan di Kabupaten Kediri semakin banyak ditemukan.

SURYA/farid
Kapolsek Pare AKP I Nyoman Sugita memimpin patroli razia petasan di Desa Tertek Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Senin (26/4/2021) 

Reporter: Farid Mukarrom I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Memasuki pertengahan bulan Ramadan penggunaan petasan di Kabupaten Kediri semakin banyak ditemukan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri, dimana seorang pemuda kedapatan menyimpan 2 kg bahan petasan yang siap diledakkan.

Beruntung pihak kepolisian sudah mengamankan pemilik bahan petasan siap ledak.

Baca juga: Cegah Gadget Saat UTBK-SBMPTN di Universitas Brawijaya Malang, Peserta Diperiksa Metal Detector

Menanggapi hal ini jajaran Polsek Pare, kembali melakukan patroli petasan di sejumlah kios penjual kembang api.

Kapolsek Pare AKP I Nyoman Sugita, memimpin jalannya patroli kembang api, sebagai antisipasi penggunaan petasan terutama menjelang hari raya idul Fitri 2021.

Baca juga: Unusa Gelar Salat Gaib Untuk Kru KRI Nanggala 402, Istri Serda Guntur Berharap Ada Mukjizat

"Kami dari kepolisian dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, kita banyak melakukan kegiatan operasi seperti miras dan petasan. Tadi ada beberapa penjual kembang api yang kita sidak, untuk melihat apakah ada yang menjual petasan atau tidak," jelasnya kepada TribunJatim.com, Senin (26/4/2021).

Menurut AKP I Nyoman Sugita, bahwa dalam aturan yang diperbolehkan untuk menjual kembang api adalah panjang maksimal 2 inci.

Baca juga: Wanita Dilaporkan Setelah Komplain Soal Jerawat di Medsos, Pihak Klinik LVIORS Beri Penjelasan

"Tadi rata - rata yang kami temukan masih dibawah 2 inci. Terpanjang ada 1,9 inci untuk panjang kembang api, itu masih diperbolehkan," imbuhnya.

Sementara itu meskipun demikian, ia berharap pemilik usaha kembang api tak menjual barangnya kepada anak kecil. Karena dikhawatirkan membahayakan dan berakibat fatal untuk anak tersebut.

"Kami imbau kepada pemilik agar tak sembarangan menjual kembang apinya. Tetap harus didampingi oleh orangtua, jika ada yang membeli," tuturnya.

Sementara itu, Sandi Asprilah selaku perwakilan pemilik kembang api di Desa Tertek Kecamatan Pare mengatakan bahwa dirinya sudah menjual kembang api sesuai prosedur.

"Kita punya surat izin yang jelas, kemudian untuk barang yang kita jual hanya kembang api. Total ada 5 jenis kembang api, mulai air mancur, Kretekan, Betawi, Gasing dan Flayer," singkatnya.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved