Breaking News:

Berita Jember

Jember Siapkan Hotel Kebonagung Sebagai Lokasi Karantina Pemudik Terindikasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan Hotel Kebonagung, Jember sebagai alternatif lokasi karantina bagi pemudik yang nekat masuk ke Jember di masa..

surya/sriwahyunik
Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Idul Fitri 2021 di Kabupaten Jember, Senin (26/4/2021) 

Reporter: Sri Wahyunik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan Hotel Kebonagung, Jember sebagai alternatif lokasi karantina bagi pemudik yang nekat masuk ke Jember di masa Idul Fitri 2021 dan diketahui positif terpapar Covid-19.

Bupati Jember Hendy Siswanto ketika dikonfirmasi tentang penyediaan lokasi karantina bagi pemudik nekat, menjawab, pihaknya menyediakan hotel milik Pemkab Jember itu sebagai lokasi karantina.

"Kami menyiapkan Hotel Kebonagung sebagai lokasi karantina untuk yang sakit (terpapar Covid-19). Namun semoga jangan-lah. Jangan ada yang sakit. Namun tetap kami siapkan, ada 66 kamar kosong di sana," ujar Hendy, Senin (26/4/2021).

Tempat karantina itu diperuntukkan untuk mereka para pendatang yang masuk ke Jember di masa Idul Fitri 2021, yang kemudian diketahui terindikasi terpapar Covid-19.

Baca juga: Santri di Tuban Gelar Salat Gaib untuk 53 Prajurit KRI Nanggala-402

Karenanya, lanjut Hendy, petugas Satgas Penanganan Covid-19 bersama dengan instansi Polri dan TNI akan berjaga di Pos Pantau Idul Fitri 2021.

Satgas Penanganan Covid-19 menyiapkan petugas pemeriksa di setiap pos pantau tersebut.

Baca juga: Wanita Dilaporkan Setelah Komplain Soal Jerawat di Medsos, Pihak Klinik LVIORS Beri Penjelasan

"Oleh karena itu, saya imbau sebaiknya masyarakat tidak mudik. Di rumah saja. Sebenarnya ini bukan imbauan, tapi memang sudah larangan dari pemerintah pusat yang itu harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Tentunya kami akan melaksanakan itu. Warga Jember tidak usah mudik, atau yang dari luar Jember juga jangan mudik ke Jember," tegasnya.

Larangan itu, tegas Hendy, tidak hanya berlaku bagi para ASN Pemkab Jember, namun juga bagi seluruh warga Kabupaten Jember.

"Karena Covid ini nyawa taruhannya, betulan. Karena saya sudah merasakan, sebagai orang alumni Covid. Keluarga saya, yakni adik saya juga ada yang meninggal karena Covid. Jadi ayo stop, taat dan patuh semuanya," tegas Hendy.

Sebagai informasi, sebelum Bupati Hendy Siswanto dilantik sebagai bupati Jember, seorang saudara kandungnya meninggal dunia karena Covid-19.

Sementara Kapolres Jember, AKBP Arif Rahman Arifin menjelaskan, sesuai Surat Edaran Satgas Pusat Penanganan Covid-19, mudik resmi dilarang. Pelarangan tersebut memiliki tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

"Pengecualian hanya untuk mereka yang memiliki tujuan khusus, seperti ibu hamil, orang sakit, atau orang bertugas. Bagi yang bertugas dilengkapi dengan dokumen tes PCR atau tes rapid antigen, yang hanya berlaku 1x24 jam," tegas Arif.

Untuk menegaskan aturan pelarangan mudik tersebut, Polres Jember bersama Pemkab Jember dan TNI menggelar Apel Pengamanan Larangan Mudik Idul Fitri, Senin (26/4/2021).

Apel digelar di depan Kantor Bupati Jember Jl Sudarman. Bupati Jember Hendy Siswanto menjadi pemimpin apel tersebut, didampingi oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rahman Arifin.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved