Breaking News:

Berita Gresik

Nekat Mudik ke Gresik, Siap-siap Menginap di Stadion Gelora Joko Samudro

Pemerintah Kabupaten Gresik tidak main-main terkait Larangan Mudik Lebaran 2021. Hal tersebut diterapkan untuk menekan laju penyebaran COVID-19,

TribunJatim.com/ Willy Abraham
Mereka yang nekat mudik ke Gresik bakal dikarantina di Stadion Gelora Joko Samudro 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik tidak main-main terkait Larangan Mudik Lebaran 2021. Hal tersebut diterapkan untuk menekan laju penyebaran Covid-19, tujuannya agar tidak terjadi lonjakan kasus.

Aturan tersebut tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, kecuali wilayah aglomerasi. Yakni 6 - 17 Mei 2021. Gresik sendiri masuk rayon 1 aglomerasi Jawa Timur. Bersama Surabaya, Mojokerto dan Sidoarjo.

Baca juga: Malang Gempar, Hendak BAB, Pria Ini Malah Bernasib Nahas, Polisi Ungkap Fakta Penting

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan, masyarakat yang tetap bepergian selama periode larangan mudik wajib di karantina di Gelora Joko Samudro (GJOS) untuk melakukan testing dan isolasi. Ini dilakukan setibanya mereka di lokasi tujuan.

Bupati Gresik Gus Yani telah menyiapkan tempat Isolasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di stadion Gejos yang berada Jalan Veteran tersebut.

Gejos masih menjadi tempat yang representatif sebagai rumah sakit darurat.

"Karantina dilakukan difasilitas yang telah disediakan Pemkab, dengan prokes ketat dengan biaya ditanggung pemerintah alias gratis," terang Gus Yani sapaan akrabnya bersama Forkopimda ketika meninjau kesiapan Gejos sebagai tempat isolasi, Senin (26/4/2021).

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini menekankan prosedur penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Disepakati akan dikarantina selama lima hari, dari bandara langsung dikarantina di Rumah Sakit Haji Surabaya selama dua hari, untuk dilakukan Swab PCR menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi Jawa Timur.

Kabupaten atau kota bertanggungjawab menjemput PMI dari rumah sakit haji untuk dilakukan isolasi di Stadion Gejos sebagai rumah sakit darurat selama tiga hari dan dilakukan Swab ke dua.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved