Breaking News:

Ramadan 2021

Pentingnya Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini, Berikut Tips dari Psikolog

Selain mengajak untuk menjalankan ibadah, ternyata mengajarkan anak berpuasa sejak dini juga bermanfaat terhadap perkembangan diri mereka.

istimewa
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Stefani Virlia MPsi Psikolog 

Reporter: Christine Ayu I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selain mengajak untuk menjalankan ibadah, ternyata mengajarkan anak berpuasa sejak dini juga bermanfaat terhadap perkembangan diri mereka.

"Dari perspektif psikologi, kegiatan puasa yang diajarkan sejak dini bisa mengajarkan self control pada anak," ungkap dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, Stefani Virlia MPsi Psikolog.

Dalam hal ini, ada tiga komponen self control yang diajarkan. Pertama yakni perilaku, berkaitan dengan sikap menahan makan, minum, dan kegiatan yang membatalkan puasa lainnya.

"Kedua yakni mengendalikan secara kognitif, yakni pikiran-pikiran yang negatif. Ketiga, puasa juga mengajarkan anak untuk membuat komitmen. Hal ini karena mereka diajak berpuasa sampai batas waktu tertentu," katanya. 

Baca juga: KH Agus Sunyoto Berpulang, PWNU Jatim Kenang Figur Sejarawan yang Berdedikasi Tinggi

Namun bagi sebagian besar anak, berpuasa menjadi kegiatan yang sulit. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua.

"Orang tua harus menjelaskan atau memberikan informasi kepada anak dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami," ungkap Stefani.

Baca juga: 6 Bulan Tidak Dibayar, Belasan Tenaga Pemulasaraan Jenazah Covid 19 Geruduk Kantor BPBD Situbondo

Bukan hanya lewat penuturan, orang tua harus mencontohkan melalui tindakan. Sebab, anak-anak belajar melalui observational learning atau belajar lewat mengamati.

"Orangtua juga harus mencontohkan. Melihat orang tua sahur, anak juga ikut sahur. Melihat orang tua beribadah, anak juga akan ikut beribadah," urai Stefani.

Baca juga: Selebgram Lady Biker Salurkan Bantuan Secara Langsung untuk Korban Gempa di Malang

 Namun yang perlu diperhatikan, anak-anak tidak boleh dipaksa. Apalagi, jika baru belajar berpuasa.

"Anak-anak kan suka nggak kuat kalau berpuasa. Berikan kesempatan trial dan error. Artinya, anak jangan dipaksa langsung berpuasa full. Ajarkan secara bertahap. Awalnya puasa setengah hari, baru sehari penuh," ia memaparkan.

Baca juga: Pesan Terakhir Lettu Anang Sebelum Gugur Bersama KRI Nanggala 402, Ingatkan Ibunda Lebaran di Rumah

Paling penting, orang tua harus memberikan informasi secara baik dan benar. Anak harus mendapatkan penjelasan tentang sesuatu yang diperkenankan dan tidak. 

"Misalnya, saat anak tiba-tiba ambil makanan di dapur secara diam-diam, jangan langsung dimarahi. Berikan penjelasan, pendekatannya berbeda," pungkas Stefani.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved