Breaking News:

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Tenggelam

Pesan Terakhir Lettu Anang Sebelum Gugur Bersama KRI Nanggala 402, Ingatkan Ibunda Lebaran di Rumah

Lettu Laut (T) Anang Sutriatno menjadi satu diantara 53 orang kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan sisi utara Pulau Bali....

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
tribun/luhurPambudi
Dokumentasi milik anggota keluarga, Lettu Laut (T) Anang Sutriatno yang tinggal di Banyu Urip Wetan IV-G, RT 08, RW 07, Sawahan, Surabaya. 

Reporter: Luhur Pambudi I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lettu Laut (T) Anang Sutriatno menjadi satu diantara 53 orang kru kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan sisi utara Pulau Bali, sejak Rabu (21/4/2021) kemarin.

Anggota TNI AL yang bertugas sebagai Kadiv Liskap dalam kapal selam berjuluk 'Monster Bawah Laut' itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir di kawasan Banyu Urip Wetan IV-G, RT 08, RW 07, Sawahan, Surabaya.

Semenjak menikah sekitar 22 tahun lalu, Anang bersama istrinya telah dikaruniai dua orang anak yang kini telah menginjak usai dewasa.

Kabarnya, Anang dan keluarga sederhananya itu untuk sementara waktu tinggal di sebuah rumah di kawasan Tandes, Surabaya. Sembari menunggu proses renovasi rumah yang dibelinya di sebuah permukiman Boboh, Menganti, Gresik, rampung.

Adik bungsu Lettu Laut (T) Anang Supriatno, Catur Harianto beberapa kali memicing mata saat memandangi layar ponsel pintarnya (gadget). 

Baca juga: Pria Komentar Cabul Soal Istri Awak KRI Nanggala 402, saat Diciduk Polisi Nangis, Berkilah Dibajak

Mungkin karena tak terlalu jelas, tampilan gambar yang muncul pada layarnya, sesekali ia melepas kacamatanya itu lalu menyematkannya di atas ubun-ubun.

Ternyata, sedari tadi, ia berupaya masuk ke beberapa folder dokumen aplikasi chatting untuk melacak foto yang menangkap momen kebersamaanya keluarga besarnya bersama sang kakak; Anang, semasa hidup.

Baca juga: Ibu Awak KRI Nanggala 402 Kopda Eta Kharisma Dwi Sempat Mimpi Sang Anak Pulang Basah Kuyup: Firasat

"Ini foto kakak-kakak saya, waktu hari raya saat jalan-jalan. Kalau ini saat mengantar ibu kami umrah," ujar Catur seraya menggeser layar ponselnya dengan jempol tangan kanannya, Selasa (27/4/2021).

Entah apakah hal itu dapat disebut sebagai petanda momen terakhir dari sang kakak. Tiga hari jelang berlayar bersama 52 kru KRI Nanggal 402, Senin (19/4/2021) kemarin, Anang terbilang sering berkunjung ke kediamannya.

Baca juga: Unusa Gelar Salat Gaib Untuk Kru KRI Nanggala 402, Istri Serda Guntur Berharap Ada Mukjizat

Menurut Catur, kakaknya itu mengaku kepadanya, hanya ingin lebih sering menikmati momen berbuka puasa bersama sang ibunda, yang memang tinggal bersama Catur di sebuah rumah beralamat Banyu Urip Wetan IV-G, RT 08, RW 07, Sawahan, Surabaya.

"Sering buka puasa di sini, 3 hari jelang berangkat tugas. Berangkat hari senin. Lalu selasa, Rabu ada kabar itu. Sabtu, Jumat, Kamis," ungkapnya.

Lumrahnya seorang anak yang selalu rindu pada orangtua. Bagi Catur, hal itu bukan suatu keanehan. Apalagi sang kakak, selama ini terbilang jarang berkunjung ke kediamannya, karena padatnya perjalanan dinas sebagai Anggota TNI AL.

Namun keanehan itu justru ditangkap oleh para tetangga Catur. Yang menganggap, tak seperti biasanya Anang berkunjung begitu sering ke kediaman adiknya itu.

Semula Catur, enggan menggubris hal-hal kecil semacam itu. Namun semenjak kakak laki-lakinya itu dipastikan menjadi satu di antara 53 kru kapal selam yang tenggelam sejak Rabu (21/4/2021), kemarin. Perasaan Catur gusar pula.

Apalagi ia masih ingat betul, terakhir kali kakaknya itu berkunjung ke kediamannya dan bercengkrama dengan sang ibunda.

Catur mengungkapkan, Anang sempat berpesan pada sang ibunda agar nanti saat momen libur lebaran, tidak pergi kemana-mana.

"Mas Anang juga sempat sama ibu untuk jangan kemana-mana, nanti lebaran. Kadang ibu, juga bilang kalau susunya habis (susu kesehatan lansia) langsung dibelikan," tuturnya.

Anang dimata Catur merupakan pribadi yang baik, ramah. Sebagai kakak, Anang merupakan sosok yang perhatian kepada dirinya, beserta sang ibunda yang kini berusia senja, tak terkecuali dengan para keponakannya.

Meski memiliki sifat pendiam. Kalau berbicara urusan kesehatan, Anang terkadang sangat cerewet. Terutama untuk urusan memaksa Catur mengurangi kebiasaan merokok.

Namun Catur yakin, hal itu adalah bentuk lain dari kasih sayang seorang kakak kepada dirinya, sebagai adik bungsu.

"Kalau pulang kerja yang enggak kemana-mana. Merokok juga enggak. Kadang juga saya yang sering dimarahi karena merokok. Gimana lagi namanya juga beda pendapat," terangnya.

Catur menerangkan, kakaknya itu dikaruniai dua orang anak, yang kini berusia dewasa. Anak ke-1 berusia 21 tahun, dan anak ke-2 berusia 19 tahun.

Keponakannya yang pertama itu, kini sedang berusaha meneruskan karir kemiliteran ayahnya, dengan mendaftar anggota baru TNI AL.

"Anak pertama juga mengikuti jejak karir ayahnya, ikut pendaftaran TNI AL
Masih ikut tes. Enggak tahu nanti ada tes lagi, tapi kapan," katanya.

Rabu (28/4/2021) besok, ibunda dan kakak iparnya; istri Anang, akan mengikuti agenda tabur bunga di Banyuwangi.

Catur mengaku akan sangat merindukan perhatian kakaknya itu yang tak pernah berhenti memintanya mengurangi kebiasaan merokok.

"Ya itu mengingatkan kesehatan ke saya (soal berhenti merokok). Kadang kasih tahu, kalau enggak penting enggak usah keluar, di rumah aja. Enggak usah boros (uang), tapi ditabung," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh tetangga Catur, Suprapto Gari. Bapak tiga anak itu mengaku mengetahui betul sosok Anang sejak kecil.

Anang dikenal baik, sopan, dan pernah membuat masalah dengan warga di permukiman tempat tinggalnya selama ini.

"Saya tahu sejak dia kecil, kan tinggal di sini, orangnya baik, enggak pernah punya kasus kenakalan apa-apa. Kalau ke sini, selalu salat jamaah di Masjid Baitu Ilmin," ujar Gari seraya mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah masjid dua lantai di seberang gang permukiman.

Sekadar diketahui, empat hari pascadikabarkan hilang dan dalam target operasi pencarian, Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan laut sis utara Pulau Bali, pada Sabtu (24/4/2021), statusnya telah dinaikkan yang sebelumnya submiss (hilang kontak) menjadi subsunk (tenggelam).

Penetapan status kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi tenggelam dilakukan setelah TNI menemukan sejumlah bukti autentik.

Berdasarkan bukti autentik yang ditemukan itu, memberi isyarat posisi KRI Nanggala 402 dalam posisi tenggelam. Antara lain pelusur tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye yang biasa digunakan sebagai pelumas periskop kapal selam.

Ada juga bukti lain, yakni sajadah untuk salat dan spon untuk menahan panas pada presroom. Dua perlengkapan itu biasa digunakan oleh ABK Nanggala.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved