Breaking News:

Berita Jember

Petugas Halau Warga Jember yang Nekat Ngabuburit di Rel Kereta Api

Rel kereta api rupanya tidak luput jadi area 'ngabuburit' warga di Bulan Ramadan. Seperti yang terlihat di beberapa tempat di wilayah kerja PT KAI

Petugas Halau Warga Jember yang Nekat Ngabuburit di Rel Kereta Api
TribunJatim.com/ Sri Wahyunik
Petugas halau warga Jember yang ngabuburit di rel kereta api

Reporter: Sri Wahyuni | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Rel kereta api rupanya tidak luput jadi area 'ngabuburit' warga di Bulan Ramadan. Seperti yang terlihat di beberapa tempat di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasi 9 Jember.

Akibatnya, petugas harus sering-sering menemui warga yang menghabiskan waktu menjelang waktu berbuka puasa tersebut. Petugas menemui mereka untuk mengingatkan supaya warga tidak ngabuburit di rel kereta api.

Petugas melakukan hal itu dalam patroli keamanan perjalanan kereta api (PerKA). Vice President KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengamanan sekitar jalur rel KA dari aktivitas masyarakat yang sering menunggu adzan maghrib sambil nongkrong di sekitar rel.

"Sering petugas kami menemui masyarakat yang ngabuburit di sekitar rel. Jelas ini membahayakan Perjalanan KA maupun masyarakat itu sendiri," ujar Rizal seperti dalam rilis yang dikirimkan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Mobil Terseret Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Sopirnya Mahasiswi Asal Sidoarjo Tewas

Broer Rizal menambahkan, petugas baik dari Polsuska maupun pegawai Daop 9 dengan tegas akan membubarkan masyarakat yang melakukan aktivitas apapun di sekitar rel KA. Petugas juga memberikan edukasi kepada warga kalau nongkrong di sekitar rel kereta api sangat berbahaya.

Dari pantauan pihak PT KAI Daop 9 Jember, selama Bulan Ramadan, ditemukan warga ngabuburit di sekitar rel kereta api, seperti di Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo, dan sekitar Stasiun Kalisat.

Aktivitas yang dilakukan warga, mulai dari hanya duduk di tepi rel, sampai ada yang bermain-main di tengah rel.

"Selain waktu menjelang berbuka puasa, petugas kadang menemukan juga warga di sekitar rel ketika setelah waktu Salat Subuh," imbuh Rizal.

Broer Rizal mengatakan bahwa tindakan tersebut jelas melanggar aturan, sesuai dengan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menjelaskan ruang manfaat jalur KA diperuntukan bagi pengoperasian KA dan merupakan daerah tertutup untuk umum.

Selain itu, dalam pasal 181 ayat (1) undang-undang tersebut menegaskan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur KA; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur KA; atau menggunakan jalur KA untuk kepentingan lain selain untuk angkutan KA.

“Bagi masyarakat yang masih nekat bermain dan beraktivitas di ruang manfaat jalur KA, diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15.000.000, sebagaimana yang tertulis di pasal 199 pada UU tersebut,” terangnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang tinggal disekitar jalur KA untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar rel, terutama saat menunggu waktu berbuka puasa.

"Kami juga meminta para orang tua agar mengawasi putra-putri mereka saat bermain di sekitar jalur KA. Selain dapat mengganggu Perjalanan KA, tentunya membahayakan nyaman mereka. Sayangi anak anda, dengan melarang beraktivitas dan bermain di sekitar jalur KA," pungkasnya.

Kumpulan berita Jember terkini

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved