Breaking News:

Berita Gresik

Gresik Kembali Zona Oranye, Begini Nasib Pembelajaran Tatap Muka dan Tradisi Pasar Bandeng di Gresik

Penanganan Covid-19 harus dibarengi dengan strategi pemulihan ekonomi, karena sudah satu tahun lebih Pandemi Covid-19 di Indonesia.Bupati menuturkan..

surya/willy
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan kepada para kepala desa, Rabu (28/4/2021). 

Reporter: Willy Abraham I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Penanganan Covid-19 harus dibarengi dengan strategi pemulihan ekonomi, karena sudah satu tahun lebih Pandemi Covid-19 di Indonesia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menuturkan fase pemulihan ekonomi di Gresik harus tumbuh dengan baik.

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan pegelaran tradisi pasar Bandeng di 10 titik dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Orang nomo satu di Kabupaten Gresik ini menyebut dua faktor yang harus dilakukan dengan baik, yaitu mengambil sikap penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“PTM kami coba buka kembali bukan berati dibuka dan dilepas. Sudah instruksi ke camat untuk inovasi PTM selama dua pekan berjalan. Sampling mencari sekolah dan melakukan tes cepat di puskesmas,” ucapnya, Rabu (28/4/2021).

Hal ini untuk mendeteksi pihak sekolah jika ada guru, bahkan petugas di sekolah ada yang terkonfirmasi Covid-19. Sehingga langsung bisa ditekan laju penyebaran Covid-19, tidak sampai menimbulkan klaster baru.

Sementara di sektor ekonomi seperti tradisi Pasar Bandeng kembali digerakkan dan disebar di 10 titik. Kepada para kepala desa dan lurah yang hadir, Gus Yani sapaan akrabnya berpesan harus waspada penerapan protokol kesehatan.

“Setiap Camat laporan desa mana yang zona kuning, zona hijau ada laporan. Kemudian RT juga melaporkan perkembangan zona di daerahnya,” kata dia.

Diharapkan, PPKM Berskala Mikro hingga tingkat RT ini dapat menekan laju covid-19.

Warga yang terpapar langsung diisoali di rumah sakit terdekat atau di Stadion Gelora Joko Samudro. Sehingga tidak sampai menyebar kepada keluarga di rumah ataupun tetangga.

Tentang pengamanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik ke Gresik. Bupati mengingatkan akhir-akhir ini frekuensinya makin besar.

Dia menyatakan, Sebelum ke Gresik para PMI sudah diamankan sejak kedatangan di Bandara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sejak dari Bandara, PMI ini langsung dikarantina selama 2 hari. Kalaupun sakit mereka langsung dirujuk dirumah sakit. Bila sehat maka diserahkan kepada Pemkot dan Pemkab. Untuk PMI asal Gresik langsung di arahkan ke Ruang isolasi di Gelora Joko Samudro (GJOS) selama 3 hari. Yang perlu kita perhatikan PMI yang tidak melalui bandara. Ini hanya RT RW yang harus melapor ke Kades atau Camat,” kata Bupati.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved