Breaking News:

Berita Tuban

Pemuda Tuban Manfaatkan Google Maps untuk Bobol Cafe, Aksinya Terekam CCTV

Aplikasi Google Maps biasanya digunakan untuk mencari alamat agar tidak tersesat. Namun, hal tak lazim dilakukan oleh Candra (27), pemuda yang berasal

istimewa
Candra pencuri di sebuah warung menjalani penyidikan di Satreskrim Polres Tuban 

Reporter: Mochamad Sudarsono I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Aplikasi Google Maps biasanya digunakan untuk mencari alamat agar tidak tersesat. Namun, hal tak lazim dilakukan oleh Candra (27), pemuda yang berasal dari Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban.

Candra memanfaatkan Google Maps untuk mencari warung kopi atau cafe saat tengah malam.

Begitu terdeteksi sebuah cafe, ia akan mengamati kondisi di sekitar, lalu melancarkan aksinya untuk membobol cafe.

Seperti halnya yang dilakukan di sebuah cafe di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Selasa (27/4/2021), pukul 03.30 WIB.

"Kita mendapatkan laporan saat itu, ada pencurian di cafe. Modus pelaku memanfaatkan Google Maps untuk mencari cafe atau warung," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Adhi Makayasa dikonfirmasi, Rabu (28/4/2021).

Adhi menjelaskan, saat itu cafe sudah dalam kondisi tutup dan terkunci. Kemudian pegawai cafe kembali untuk mengambil hand phone yang tertinggal.

Namun, saat masuk cafe ternyata kondisinya sudah berantakan dengan kunci gembok dan laci penyimpanan uang yang dirusak.

Lalu saksi memergoki ada seseorang lari ke arah timur masuk ke perumahan Mondokan.

Pemilik cafe yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke Satreskrim Polres Tuban.

"Kita mendapatkan laporan langsung ke lokasi, untuk menangkap pelaku yang lari di kawasan perumahan," bebernya.

Perwira pertama itu menambahkan, polisi mengamankan satu linggis yang digunakan untuk membobol gembok warung, rekaman CCTV dan uang tunai sejumlah Rp 49 ribu sebagaimana yang tersimpan di laci.

Saat ini Candra yang merupakan residivis pencurian hand phone itu kini telah meringkuk di tahanan Mapolres Tuban.

"Sudah kita tetapkan tersangka dan kita tahan untuk diproses hukum, dijerat pasal 363 KUHP ancaman 7 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved