Breaking News:

Berita Surabaya

TERKUAK Senjata Mematikan Gangster yang Bikin Mahasiswa di Surabaya Tewas: Dua Pelaku Ditangkap

Akhirnya terkuak senjata mematikan yang dipakai gangster dan sejumlah pemuda kampung mengeroyok mahasiswa di Surabaya tewas mengenaskan

Kolase TribunJatim.com (Firman Rachmanudin/istimewa)
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menujukkan tersangka dan barang bukti pengeroyokan terhadap Zainal Fattah, yang menyebabkan mahasiswa Stikosa AWS Surabaya meninggal dunia, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Akhirnya terkuak senjata mematikan yang dipakai anggota gangster dan sejumlah pemuda kampung untuk mengeroyok Zainal Fattah hingga menyebabkan mahasiswa di Surabaya tersebut meregang nyawa. 

Lebih seminggu setelah peristiwa berdarah yang terjadi Senin (19/4/2021) dini hari tersebut, polisi akhirnya berhasil menangkap dua orang pelaku pengeroyokan.

Ternyata, selain memukuli korban dengan tangan kosong, Zainal Fattah yang tercatat sebagai Mahasiswa AWS Surabaya ini juga dipukuli dengan batu dan balok kayu, hingga tak sadarkan diri, sebelum akhirnya meninggal dunia setelah dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Disisi lain, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memenuhi janjinya dengan meringkus dua diantara para pelaku pengeroyokkan Zainal Fattah, Mahasiswa AWS Surabaya.

Polisi juga tengah menetapkan dua orang lainnya sebagai DPO (daftar pencarian orang) dalam kasus pengeroyokan ini.

Dua pelaku yang berhasil diamankan terlebih dahulu yakni Achmad Gufron (23) dan Mohammad Imron (20). Keduanya bersaudara tinggal di Jalan Kalimas Baru, Surabaya.

Baca juga: Beredar Foto Provokator Pengeroyokan yang Tewaskan Mahasiswa Stikosa AWS, Ternyata Pentolan Gangster

Polisi menjelaskan berdasar keterangan sejumlah saksi, kasus bermula saat Zainal Fattah dan Haris menghampiri gangster atau kelompok Al-Amin untuk meluruskan permasalahan bocah SMP.

Namun sesampainya di Jalan Kalimas Baru 3, korban bersama rekannya langsung dikeroyok.

“Kelompok pelaku mengeroyok korban (dipukul) menggunakan tangan kosong, kayu dan batu. Korban hingga tak sadarkan diri dan pingsan di TKP. Tas korban beserta isinya juga dirampas,” tutur Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum, Rabu (28/4/2021).

Ganis juga menambahkan pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini dan memastikan ada tersangka lain yang diburu.

Halaman
1234
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved