Breaking News:

Berita Sidoarjo

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Sidoarjo Baru 28 Persen, Dinkes Masih Tunggu Kiriman Vaksin

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Sidoarjo baru 28 persen, Dinkes masih tunggu kiriman. Stok vaksin AstraZeneca sudah habis.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) di Gedung Samator, Jalan Kedung Baruk Surabaya, Sabtu (27/2/2021). 

Reporter: M Taufik | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 (virus Corona) terhadap warga lanjut usia (lansia) di Sidoarjo baru mencapai 28 persen dari total sekitar 208.000 lansia yang ada di Sidoarjo

Untuk melanjutkan program vaksinasi Covid-19 terhadap lansia, Dinkes Sidoarjo masih menunggu kiriman vaksin selanjutnya. Karena stok vaksin AstraZeneca di Sidoarjo sudah habis.

"Stok dosis vaksin yang ada di Sidoarjo, khususnya untuk jenis vaksin AstraZeneca, sudah habis," kata Kepala Dinkes Sidoarjo, Syaf Satriawarman, Rabu (28/4/2021).

Karena stok vaksin sudah habis itulah, proses vaksinasi terhadap lansia terhenti.

"Kita menunggu kiriman vaksin selanjutnya," imbuh dia.

Syaf menyebut, Sidoarjo masih punya sedikit stok vaksin. Yakni vaksin Sinovac yang sampai saat ini masih ada sisa stok sekitar 170 dosis di Sidoarjo

Ditanya tentang jadwal kedatangan vaksin, sejauh ini belum ada kabar. Meski pemerintah pusat sudah mengumumkan kedatangan vaksin lagi, belum ada kabar kapan distribusi ke Sidoarjo.

"Yang jelas, kami terus menunggu distribusi untuk melanjutkan proses vaksinasi terhadap warga. Termasuk lansia," lanjut dia.

Baca juga: Jelang Dimulainya Pembelajaran Tatap Muka, Ribuan Guru Madiun Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Di Sidoarjo, jika ditotal semua, terhitung sudah melakukan vaksinasi terhadap 295.806 jiwa. Rinciannya, yang tervaksin dengan jenis Sinovac sebanyak 92.416 jiwa, kemudian yang divaksin menggunakan AstraZeneca sebanyak 203.390 jiwa.

Angka 295.806 jiwa itu menurut Syaf merupakan hitung-hitungan secara menyeluruh, mulai dari tenaga kesehatan (nakes), TNI/Polri, aparatur sipil negara (ASN), guru, para pedagang (masih sebagian), wartawan, dan lansia (masih sebagian).

Lebih jauh dia mengharapkan, dalam waktu dekat Sidoarjo bisa segera mendapatkan tambahan vaksin dari pemerintah pusat. Sehingga, target vaksinasi untuk masyarakat di seluruh Sidoarjo bisa segera selesai.

Berita tentang Sidoarjo

Berita tentang Jawa Timur

Penulis: M Taufik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved