Breaking News:

Berita Lumajang

Antisipasi Status Covid-19 Naik di Lebaran 2021, Pemkab Lumajang Gandeng Ormas dan SKD Awasi Pemudik

Antisipasi status Covid-19 naik saat Lebaran 2021. Pemerintah Kabupaten Lumajang minta ormas dan SKD awasi pendatang yang masuk.

SURYA/TONY HERMAWAN
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat bercerita pengalamannya menjadi pasien Covid-19, di lobby kantornya, Senin (21/12/2020). 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah kembali melarang mudik Lebaran 2021 mulai tanggal 6-17 mendatang.

Keputusan tersebut diambil sebab dari hasil kajian beberapa kali libur panjang membuat angka penularan dan kematian virus Corona ( Covid-19 ) semakin tinggi.

Meski aturan larangan mudik telah berlaku, diprediksi banyak orang akan mencuri start sebelum larangan itu diberlakukan. Tepatnya pada akhir pekan ini.

Mengantisipasi hal itu Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai menyiapkan penanganan.

Beberapa ormas masyarakat hingga Satgas Keamanan Desa (SKD) yang sebelumnya membantu menjaga keamanan masing-masing desa, kini mereka juga diminta mengawasi pendatang yang masuk di wilayahnya.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, DLHP Bondowoso Akan Perketat Pengawasan Antisipasi Travel Gelap

"Ada golongan pemudik yang perlu diantisipasi. Terutama golongan pekerja swasta yang bisa melakukan perjalanan pulang beberapa akhir bulan ini. Mangkannya saya minta partisipasi SKD untuk mengawasi semua pendatang karena prediksi orang mudik bisa sebelum tanggal-tanggal yang dilarang," kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

Thoriq melanjutkan, SKD juga harus mencatat data diri pemudik secara seksama.

SKD wajib memastikan pendatang yang terlanjur masuk di kawasannya harus mempunyai surat bukti pemeriksaan Swab dengan hasil negatif.

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved