Breaking News:

Berita Nganjuk

Bupati Nganjuk Keluarkan SE Soal Kegiatan Transportasi dalam Peniadaan Mudik Lebaran, Berikut Isinya

Bupati Nganjuk keluarkan SE soal kegiatan transportasi dalam peniadaan mudik Lebaran 2021. Bus, travel dilarang melakukan perjalanan mudik.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, 2021. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, keluarkan surat edaran Nomor 433/1075/411.313/2021 tentang peniadaan mudik dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 (virus Corona).

Ada sejumlah kebijakan yang diambil dalam surat edaran yang dikeluarkan Bupati Nganjuk tertanggal 26 April 2021 tersebut.

Dalam surat edaran disebutkan, peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Pada saat peniadaan mudik tersebut, angkutan berjenis bus, travel, dan angkutan pribadi dilarang melakukan perjalanan dengan maksud mudik Lebaran.

"Sejak tanggal 22 April 2021 hingga tanggal 5 Mei 2021 angkutan umum berjenis bus, travel dan angkutan pribadi masih diizinkan mengangkut penumpang dengan pemenuhan protokol kesehatan," kata Novi Rahman Hidhayat dalam surat edaran yang dikeluarkanya.

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, untuk para pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan rapid test antigen atau tes GeNose C19 secara acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah.

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Polisi Dirikan Pos Penyekatan di Perbatasan Madiun-Nganjuk

Sementara para pelaku perjalanan darat pribadi diimbau melakukan tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan, dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah.

"Apabila hasil rapid test antigen atau GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik tes PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan," sebut Novi Rahman Hidhayat.

Untuk perjalanan orang selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, ungkap Novi Rahman Hidhayat, dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. Di antaranya bekerja atau perjalanan dinas, berobat dikarenakan sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, kontrol atau periksa ibu hamil didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan didampingi paling banyak dua orang anggota keluarga.

"Untuk kepentingan non mudik tertentu lainnya di luar poin di atas harus dilengkapi surat keterangan dari kepala desa atau kepala kelurahan setempat. Dan untuk tanggal 18 hingga 24 Mei 2021 berlaku pengaturan transportasi umum, travel dan kendaraan pribadi dengan protokol kesehatan seperti yang dilaksanakan pada tanggal 22 April sampai dengan 5 Mei 2021," tutur Novi Rahman Hidhayat dalam surat edaranya.

Berita tentang Kabupaten Nganjuk

Berita tentang Jawa Timur

Info larangan mudik 2021

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved