Breaking News:

Berita Ponorogo

Ngeri, Kasus Kematian Covid-19 di Ponorogo Lampaui Jawa Timur, Kadinkes: Mereka Bilang Dicovidkan

Ngeri, kasus kematian Covid-19 di Ponorogo melampaui Jawa Timur, masyarakat datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah parah, bilang dicovidkan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 - Ngeri, Kasus Kematian Covid-19 di Ponorogo Lampaui Jawa Timur, Kadinkes: Mereka Bilang Dicovidkan. 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Angka kematian kasus Covid-19 atau Case Fatality Rate (CFR) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meningkat.

Bahkan menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini, persentase CFR Ponorogo sudah melampaui Jawa Timur.

CFR Jatim berada di angka 7,22 persen, sedangkan Ponorogo mencapai 8,14 persen.

Terlebih lagi pada hari Rabu (28/4/2021), dalam satu hari ada 10 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

"Ini rekor selama pandemi Covid-19 (virus Corona) di Ponorogo, sehari 10 orang meninggal," kata Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini, Kamis (29/4/2021).

Irin menyebutkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Bumi Reog.

"Yang pertama bisa saja karena virusnya ganas, bisa juga masyarakat saat datang ke rumah sakit itu kondisinya sudah parah," kata Irin.

Baca juga: Rekor Kematian Kasus Covid-19 di Ponorogo, Bulan April Ada 119 Jenazah, Tim Pemakaman Kewalahan

"Sudah sesak, saturasinya (oksigen) sudah sangat turun, sehingga risiko kematiannya tinggi," lanjutnya.

Penyebab lain, tak jarang masyarakat ketika ada keluhan enggan datang ke fasilitas kesehatan (Faskes).

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved