Breaking News:

Berita Pemprov Jatim

Gelar Misi Dagang dengan Kepulauan Riau, Khofifah Target Produk Jatim Banyak Diekspor ke Malaysia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rombongan pelaku usaha Jatim untuk hadir dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim dengan P

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/ima_zahra21
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rombongan pelaku usaha Jatim untuk hadir dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim dengan Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (30/4/2021). 

"Oleh karena itu intermediasi dari Kepri untuk bisa menjadi bagian dari koneksi perdagangan antara Jatim terutama dengan Singapura dan Malaysia, harus dijadikan satu kesatuan proses membangun jejaring termasuk dalam kaitannya investasi," ucapnya melanjutkan. 

Ia mengatakan bahwa potensi kerjasama dan transaksi perdagangan di sini begitu besar.

Pasalnya Kepulauan Riau didukung dengan 10 pelabuhan bongkar muat yang sangat potensial. Sehingga diharapkan produk Jawa Timur yang dikirim ke Batam bisa diekspor ke negara lain dengan distribusi yang lancar. 

Komoditas perdagangan dari Jatim yang banyak dipasarkan ke Kepri adalah beras, jagung, kopi, cengkeh, bawang merah, jahe gajah, dan juga sejumlah barang-barang mesin proyek. 

Sedangkan komoditas perdagangan dari Kepri yang dipasarkan ke Jatim diantaranya adalah konveksi, crude palm oil, dan barang-barang elektronik. 

"Selain itu kita juga punya cacao. Hilirisasi industri di bidang coklat Jatim sudah sangat advance. Tentu kita harapkan nantinya bisa kita pasarkan secara masif ke Kepulauan Riau," tegasnya. 

Selain itu, berdasarkan data BPS tahun 2020, nilai bongkar muat Jatim-Kepri nilainya mencapai Rp 216,24 miliar. Terdiri dari bongkar (Kepri ke Jatim) sebesar Rp 21,47 miliar, dan muat (Jatim ke Kepri) sebesar Rp 194,77 miliar. 

"Perdagangan antar daerah sangat potensial. Warga penduduk Indonesia jumlahnya 270 juta. Ini pangsa pasar yang begitu besar, yang ingin coba kita sisir. Maka menemu kenali kebutuhan dan potensi apa yang bisa kita suplai, itu menjadi penting," kata Khofifah. 

Tidak hanya itu, di masa pandemi tahun 2020, dimana neraca ekspor Jatim menunjukkan minus Rp 8,1 trilliun, namun perdagangan antar Jatim justru menunjukkan angka surplus.

Surplus dari perdagangan antar daerah Jatim mencapai Rp 91 trilliun. 

Untuk itu, Khofifah mengaku tengah gencar untuk mengupayakan agar produk-produk Jatim, termasuk bahan pangan, bisa memasok kebutuhan-kebutuhan di provinsi lain. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved