Breaking News:

Berita Surabaya

Lawan Radikalisme, Begini Cerita Mantan Napi Teroris di Suriah

Dalam upaya menjernihkan hati melawan radikalisme, Pusat Pembinaan Ideologi LPPM Universitas Negeri Surabaya menggelar Webinar Nasional, Jumat

TribunJatim.com/ Zainal Arif
Webinar soal radikalisme 

Reporter: Zainal Arif | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Dalam upaya menjernihkan hati melawan radikalisme, Pusat Pembinaan Ideologi LPPM Universitas Negeri Surabaya menggelar Webinar Nasional, Jumat (30/4/2021).

Sebanyak 5000 mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan nilai Pancasila, konsep sistem tangkal radikalisme, dan peran penting nilai-nilai agama ini.

Mantan Napi Teroris dan mantan Jihadis ISIS di Suriah, Wildan menceritakan Radikalisme bisa masuk dari beberapa faktor diantaranya pergaulan hingga media sosial.

"Media sosial ini sulit untuk dideteksi siapapun dapat terpengaruh, begitupun faktor dengan berkurangnya kontrol orangtua," ungkap Wildan.

"Kalau diriku sendiri dulu pergi ke Suriah karena murni kemanusiaan, dimana rasa empati ku lebih besar dari pada rasa sayang terhadap diriku sendiri," imbuhnya.

Baca juga: Kediri Berdarah, Sales Nekat Bunuh Pemilik Toko Kelontong, Bermula dari Sakit Hati Soal Permen

Menurutnya, untuk menangkal radikalisme, generasi muda harus lebih mencintai orangtua ketimbang temannya.

"Jihad itu tidak perlu jauh-jauh. Jihad paling besar itu membahagiakan orangtua," terangnya.

Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Dr Syafiq A Mughni menjelaskan peran penting organisasi kemasyarakatan dalam menangkal Radikalisme dan Ekstremisme.

Dimana perlu dilakukan mainstream Wasathiyah Islam yaitu Keseimbangan, Toleransi, Berkeadilan, Perbaikan, Musyawarah, Keteladanan, dan Nasionalisme.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved