Breaking News:

Jasa Penukarang Uang Bermunculan

Mengais Untung Dari Bisnis Lembaran Uang Baru, Omsetnya Bikin Candu

Omset bersih yang didapat dari bisnis jasa penukaran uang baru ternyata cukup banyak pula

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Yuli saat merapikan tatanan uang baru dilapak kiosnya yang berada di pinggir Jalan Raya Mayjen Sungkono, Surabaya. Jumat (30/4/21). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Omset bersih yang didapat dari bisnis jasa penukaran uang baru ternyata cukup banyak pula.

Dari modal puluhan juta, para pedagang dadakan yang menawarkan jasa penukaran uang baru bisa mendapatkan profit atau omset bersih hingga sebesar 8 juta hanya dalam kurun waktu dua minggu saja.

Sehingga, wajar saja mereka selalu menjadikan bisnis lembaran uang baru ini sebagai profesi langganan setiap setahun sekali saat menjelang momen mendekati lebaran.

Ya, mereka rata-rata mereka (para pedagang dadakan yang menawarkan jasa penukaran uang baru) mulai memainkan bisnis lembaran uang baru ini dua minggu sebelum idul fitri atau membuka jasa terskhir saat malam takbiran.

Tahun lalu, Adriansyah (30) pedagang uang baru dadakan asal Madura di Jalan Pahlawan Surabaya bisa mendulang untung berkisar 8 juta dari hasil membuka jasa penukaran uang baru selam dua minggu.

Baca juga: Breaking News - Jasa Penukaran Uang Baru Dadakan Mulai Bermunculan di Kota Pahlawan

"Tahun lalu (2020) untung bisa 8 juta dengan modal 80 juta. Tahun ini saya juga sama modal 80 juta dan tentunya juga yakin bisa dapat untung yang sama seperti tahun lalu," ujar Adriansyah, Jumat (30/4/21).

Sementara itu, Yuli (41) pedagang jasa penukaran uang baru di daerah Jalan Mayjen Sungkono saat ditemui TribunJatim.com mengatakan, berkaca dari larisnya stok uang yang ia sediakan tahun lalu, maka di Ramadan 2021 ini dia lebih menggunakan modal yang lebih banyak.

"Tahun lalu alhamdullilah dengan modal 30 juta saya bisa dapat untung 2,5 juta selama dua minggu saja, stok uangnya juga laris manis. Kalo tahun ini saya tambah modal. Dengan 80 juta saya yakin bisa dapat 6,4 juta selama buka lapak disini sampai malam takbiran nanti," ujar Yuli.

Disisi lain, Ahmad Rosi (27) yang juga menawarkan jasa tukar uang baru di tempat yang sama dengan Yuli mengatakan tahun ini modal yang dikeluarkan lebih banyak sedikit.

"Kalo tahun lalu itu untung yang saya dapat 2,4 juta dari modal 30 juta pas. Ditahun ini modal saya tambah dikit yakni 32 juta. Dengan modal sebanyak 32 juta ini saya yakin bisa untung 8 persen atau 2,5 juta," harap Rosi.

Sekadar informasi, para jasa penukaran uang baru didua lokasi tersebut selalu mengingatkan para konsumennya untuk mengecek kembali keaslian uang yang ditawarkan.

Selain itu, mereka juga selalu membolehkan uang baru yang ditukar untuk dihitung kembali nominalnya.

Semua itu dilakukan agar mereka bisa mendapatkan pelanggan tetap dari bisnis lembaran uang baru, khususnya saat menjelang lebaran tiba ditahun-tahun berikutnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved