Breaking News:

Jasa Penukaran Uang Bermunculan

Merajut Asa dan Pahala, Penyedia Jasa Tukar Uang Baru Dadakan di Surabaya Tetap Semangat Berpuasa

Panasnya terik matahari dan banyaknya polusi asap kendaraan tak menyurutkan semangat Yuli untuk tetap bekerja sebagai jasa penukar uang baru dadakan

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Teriknya matahari di Surabaya hari ini Jumat (30/4/21) tak menyurutkan semangat Yuli untuk sesekali bersuara menawarkan jasa tukar uang baru kepada para pengendara yang melintas di Jalan Raya Mayjen Sungkono. Bahkan, Yuli juga selalu menjalankan ibadah puasa. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Panasnya terik matahari dan banyaknya polusi asap kendaraan tak menyurutkan semangat Yuli untuk tetap bekerja sebagai jasa penukar uang baru dadakan di pinggir Jalan Raya Mayjen Sungkono Surabaya.

Ya, asa untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah tambahan di bulan yag penuh keberkahan ini tak ingin disia-siakan oleh Yuli.

Meski selalu membuka lapak kios jasa uang baru dadakan setiap harinya dari jam 8 pagi hingga tutup jam 5 sore, Wanita berusia 41 tahun itu juga tetap berpuasa.

Baginya bekerja dikala puasa akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

"Allah SWT selalu tau apa yang tengah dikerjakan kita mas. Jadi, selama belum masuk halangan maka saya akan selalu berpuasa, meskipun kerja kayak gini panas-panasan dipinggir jalan," ujar Yuli kepada TribunJatim.com, Jumat (30/4/21).

Yuli mengungkapkan, justru dengan berpuasa dirinya lebih semangat menjalani aktivitas bekerja sebagai jasa tukar uang baru.

Baca juga: Uang Baru Rp 75 Ribu Banyak Dicari, Jasa Tukar Uang Baru Dadakan Sempat Kehabisan Stok

Bahkan, lanjutnya, uang baru yang ia tawarkan selalu laris tiap harinya sesuai targetnya.

"Alhamdullilah selama buka lapak kios uang baru disini saya selalu berpuasa dan alhmdullilah juga konsumen selalu banyak," kata Yuli.

Hal yang serupa juga diungkapkan Ahmad Rosi (27).

Berjarak sekitar 15 langkah dari lapak milik Yuli, lapak Rosi lebih banyak terkena sinar cahaya matahari karena berjauhan dengan pohon.

Sehingga, kadang kala sesekali Rosi kerap meninggalkan lapaknya hanya untuk berteduh di pohon dekat lapak Yuli.

Kendati demikian Rosi tetap berjualan dengan berpuasa.

"Selama lima hari jualan disini, alhamdullilah saya tetap berpuasa. Bagi saya berpuasa di saat sedang bekerja malah justru bisa medatangkan rejeki yang berlimpah," kata Rosi.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved