Breaking News:

Berita Madura

Sandiaga Uno Pastikan Bangkalan Masuk Deliniasi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan Kabupaten Bangkalan termasuk dalam deliniasi Kawasan Pengembangan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/ahmadfaisol
Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron (tengah), Wakil Bupati Drs Mohni, MM (kiri), dan Ketua OK OCE Ina Makmur Joko Dwitanto (kanan) dalam Zoom Meeting Forum Discussion bertemakan, ‘Tretan Sandiaga Uno Kerrong dhe’ Bangkalan’ di Pendapa Agung Kabupaten Bangkalan, Kamis (29/4/2021) malam 

Reporter: Ahmad Faisol I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Rencana Strategis (Renstra) Presiden RI Joko Widodo menetapkan Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu kawasan Percepatan Pembangunan Ekonomi melalui pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Bulu Pandan di Kecamatan Klampis. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019.

Kini giliran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan Kabupaten Bangkalan termasuk dalam deliniasi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional.

Kepastian Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu pengembangan destinasi-destinasi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif nasional dikemukakan Sandiaga Uno dalam Zoom Meeting Forum Discussion Pemkab Bangkalan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI di Pendapa Agung Bangkalan, Kamis (29/4/2021) malam.

“Kabupaten Bangkalan masuk pada deliniasi Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional, bersama Surabaya Kota dan sekitarnya. Saya yakin Bangkalan akan menjadi pemain utama dalam pengembangan ekonomi kreatif karena potensinya memang sangat luar biasa,” ungkap Sandiaga Uno.

Karena itu, Sandiaga Uno menyatakan Kemenparekraf RI berkomitmen untuk total dan all out dalam bingkai sinergitas, berkolaborasi, dan berinovasi bersama Bangkalan dalam upaya mengembangkan destinasi wisata alam, wisata budaya, wisata religi, dan wisata buatan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

“Potensi dan daya tarik wisata di Pulau Madura, pintu gerbangnya ada di Kabupaten Bangkalan. Kami akan mengirim Panduan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability),” jelasnya.

CHSE adalah program penerapan protokol kesehatan berbasis pada kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. Program ini dilaksanakan dengan pemberian sertifikasi sebagai bukti bahwa pelaku usaha di sektor wisata dan ekonomi kreatif telah menjamin pemenuhan standar protokol kesehatan.

Melalui CHSE, Kemenparekraf RI berupaya mendongkrak kembali industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang tengah mengalami penurunan signifikan sejak merebaknya pendemi Covid-19.

“Ekonomi kreatif di Indonesia merupakan penyumbang Rp 1.100 triiun per tahun. Dari PDB (Produk Domestik Bruto) ini, kita nomor tiga dunia. Setelah Amerika denngan Hollywood dan Korea dengan K-Pop nya,” pungkas Sandiaga Uno.

Zoom Meeting bertemakan, ‘Tretan Sandiaga Uno Kerrong dhe’ Bangkalan’ atau ‘Saudara Sandiaga Uno Rindu ke Bangkalan’ juga diikuti Direkotrat Regional I Jawa-Sumatera Kemenparekraf, Oni Yulfian dan Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Adella Raung.

Oni Yulfian menyatakan, telah terbentuknya rencana induk tentang pengembangan pariwisata Kabupaten Bangkalan merupakan modal penting untuk dijadikan acuan bersama guna menindaklanjuti potensi-potensi yang bisa dikerjasamakan antara Kemenparekraf RI dan Pemkab Bangkalan.

“Kami sangat menyambut baik, potensi wisata di Bangkalan luar biasa. Seperti wisata kuliner, wisata alam, dan juga wisata budaya. Kami akan tindak lanjuti,” ungkap Oni.

Namun yang paling penting ke depan, lanjutnya, bagaimana Pemkab Bangkalan mengenali potensi pasar, karakteristik wisatawan, dan potensi dari mana wisatawan berasal.

Dari video yang disuguhkan, Oni mendapatkan penjelasan bahwa sebagian besar para pengunjung objek-objek wisata di Bangkalan merupakan wisatawan nusantara.

“Mmungkin ke depan mulai diinventarisir kebiasan wisatawan nusantara, baik kebutuhan kebutuhan seperti akomodasi dan sebagainya. Selanjutnya berkaitan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) setempat,” pungkasnya.

Dari Pendapa Agung, hadir Bupati Bangkalam RK Abdul Latif Amin Imron, Wakil Bupati Drs Mohni, MM, Sekretaris Daerah Ir Taufan ZS, dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan, hingga Ketua OK OCE Ina Makmur Joko Dwitanto.

Rapat virtual yang dimulai pukul 20.30-22.00 WIB itu juga menghadirkan para pelaku Usaha Mikri Kecil Menengah (UMKM), perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), perwakilan Himpunan Hotel dan Restoran, Himpunan Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (HIPI) Bangkalan.

Rencana Induk tentang Pengembangan Pariwisata Kabupaten Bangkalan tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 yang di dalamnya berisikan 31 objek wisata alam, 11 objek wisata budaya, 11 objek wisata buatan, dan wisata minat khusus yang harus ditumbuh kembangkan baik sarana, prasarana, dan SDM nya.

Puluhan objek wiasta alam itu di antaranya meliputi Hutan Mangrove Desa Labuhan  Kecamatan Sepulu, Bukit Pelanangan Desa Buduran Kecamatan Arosbaya, Goe Pote Bukit Jaddih Desa Parseh Kecamatan Socah.

Pemandangan di Bukit Jaddih terbentuk akibat aktivitas penambangan batu kapur selama bertahun-tahun sehingga membentuk keelokan tebing raksasa berbentuk eksotis dan artistik layaknya di Kapadokia, Turki.  

Objek-objek wisata budaya di antaranya karapan sapi, rokat tasek, dan kesenian topeng patenteng. Wisata kuliner di antaranya meliputi sate madura, topak ladeh, dan beragam menu olahan bebek. Sedangkan pengembangan wisata buatan meliputi Taman Rekreasi Kota dan Taman Paseban.

Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, potensi pengembangan pariwisata di Bangkalan telah tumbuh dan berkembang terutama wisata minat khusus di Desa Wisata Batik Tulis di Kecamatan Tanjung Bumi.

“Kami juga memiliki wisata religi Makam Syaikhona Mohammad Kholil yang baru-baru ini kami usulkan ke Kemensos terkait gela pahlawan nasional, ada Makam Agung, dan Makam Aeng Mata Ebu di Kecamatan Arosbaya,” ungkap Ra Latif.

Ia menjelaskan, potensi perkembangan sektor parawisata di Kabupaten Bangkalan saat ini telah tumbung dan berkembang pesat di masa pendemi. Khususnya Desa Wisata Long Geledek, Pantai Rindu, dan Dermaga Rindu,

“Ini objek-objek wisata yang dibuat dengan memanfaatkan pantai yang sudah ada. Sehingga masyarakat yang sudah lama berdiam diri di masa pandemi, akhirnya rindu untuk melihat pantai. Karena itu kami menyebtunya dengan Pantai Rindu dan Dermaga Rindu,” jelasnya.

Kendati Demikian, lanjut Ra Latif, kondisi nyata pariwisata di Kabupaten Bangkalan saat ini belum mampu bersaing dengan objek-objek wisata dari kabupaten lain.

Hal itu terkendala dengan minimnya daya dukung seperti fasilitas, sarana, prasarana, pusat informasi, jaringan internet, dan koneksi jalan nasional antar kabupaten/kota dan propinsi.

Dari gelar Zoom Meeting ini, Ra Latif berharap masukan, arahan, dan petunjuk dari Menteri Sandiaga Uno untuk mengembangkan secara optimal potensi-potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bangkalan.

 “Semoga mendapatkan atensi khusus dari Kakak Menteri yang penuh dengan ide yang bisa ditularkan ke kami. Sehingga masyarakat Bangkalan bisa berkembang secara optimal dalam upaya mengeksploitasi potensi yang ada sehingga menjadi daya tarik wisatawan lokal maupu mancanegara,” pungkas Ra Latif.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved